BagusNews.Co – Puluhan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, menggerudug kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang, Aksi ini merupakan bentuk protes warga akan kerjasama yang akan dijalin antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan.
Aksi ini diwarnai dengan pembajakan 1 unit mobil pengangkut sampah yang akan membuang sampah ke TPA Bangkonol, mobil tersebut dibawa ke kantor Setda Pandeglang, dan menumpahkan setengah muatan sampah mobil tersebut.
Koordinator Aksi, Ahmad Yani mengungkapkan bahwa ini merupakan aksi ke-4 yang mereka lakukan telah mengeluarkan ultimatum kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Ini aksi ke 4 kalinya, kami sudah ultimatum bahwa aksi ini akan membesar, membesar dan membesar, kami pastikan September Gelap akan terjadi, mereka memberikan logika yang salah kepada masyarakat,” ungkapnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Selanjutnya, dirinya menururkan kerusakan lingkungan telah terjadi di TPA Bangkonol dengan bau busuk yang menyengat. Sehingga pihanya menolak sampah dari luar Kabupaten Pandeglang dan menuntut kepada Pemerintah Pandeglang untuk menghentikan kerjasama dengan Kota Tangerang Selatan.
Selain itu, pihaknya menuturkan telah telah ada hasil penelitian yang dilakukan oleh Puskesmas Pandeglang terhadap air di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) yang berdampingan dengan TPA Bangkonol menunjukan air ditempat tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri dan tidak layak untuk di konsumsi.
Lebih lanjut, Ahmad Yani memastikan akan terus melakukan pergerakan jika kerjasama dengan Pemkot Tangsel tetap terjalin.
“Jika akhir Agustus atau awal September ada pengiriman, September Gelap pasti terjadi, bukan hanya warga terdampak, tapi seluruh lapisan masyarakat, saat ini kami mencatat ada 2 ribu orang yang akan ikut aksi,” jelasnya. (Red/Guntur)







