Home / Daerah / Health

Kamis, 4 September 2025 - 20:28 WIB

Keluarga Balita Pasien BPJS Tuntut Klarifikasi Setelah Diduga Ditolak RS Hermina Ciruas

Dedi Heryanto, paman dari pasien UA, saat diwawancarai wartawan di depan RS Hermina Ciruas l Dok. Dwi MY-BNC

Dedi Heryanto, paman dari pasien UA, saat diwawancarai wartawan di depan RS Hermina Ciruas l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co — Keluarga seorang balita yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mendatangi Rumah Sakit (RS) Hermina Ciruas, Kabupaten Serang, pada Kamis, 4 September 2025.

Mereka datang untuk meminta klarifikasi dan rekam medis terkait dugaan penolakan dari pihak rumah sakit terhadap keponakan mereka, UA, yang berusia tiga tahun.

UA, yang tengah mengalami kondisi kritis akibat gizi buruk dan gangguan paru-paru, menjadi perhatian keluarga dan masyarakat luas.

Dedi Heryanto, paman dari UA, mengungkapkan bahwa kedatangannya bersama dua kerabat, Heri dan Arif Riswansyah, bertujuan untuk memperoleh penjelasan terkait dugaan penolakan tersebut.

“Saya mencoba berklarifikasi, cuman maksud dan tujuan saya itu untuk mengklarifikasi pihak Hermina,” kata Dedi kepada wartawan, Kamis, 4 September 2025.

Baca Juga :  Antisipasi Petugas Pemilu Kelelahan, Puskesmas Pontang Siaga 24 Jam

Ia menambahkan bahwa peristiwa dugaan penolakan ini bermula ketika UA dibawa ke RS Hermina Ciruas pada Selasa, 26 Agustus 2025, karena gejala gizi buruk dan gangguan paru-paru yang dialaminya.

Setelah menerima perawatan selama kurang lebih seminggu, pihak rumah sakit memutuskan untuk mengizinkan UA pulang dengan kondisi selang yang masih terpasang di tubuhnya.

Menurut penjelasan petugas medis, selang tersebut digunakan untuk memasukkan air susu ke dalam tubuh pasien. Namun, Dedi mengungkapkan adanya kejanggalan terkait kondisi UA saat pulang.

“Kalau kondisi pasien sudah membaik, tidak seharusnya selang itu masih terpasang di tubuh pasien,” ujarnya. Pada Senin, 1 September 2025, UA dipulangkan atas saran dari dokter yang merawatnya.

Baca Juga :  Pemprov Banten Harap HIPMI Lahirkan Wirausaha Muda

Namun, keesokan harinya, kondisi UA kembali memburuk dan keluarga membawanya kembali ke RS Hermina Ciruas.

Saat tiba di rumah sakit, ia mengatakankeluarga mendapat penolakan karena alasan bahwa UA adalah pasien BPJS. Petugas RS menyampaikan bahwa pasien BPJS yang baru dirawat dan kemudian pulang tidak bisa kembali dirawat lagi di rumah sakit tersebut.

“Terus disuruh pulang saja, tidak mau dirawat di RS Hermina,” kata Dedi menirukan penjelasan petugas. Saat ini, UA masih menjalani perawatan intensif di RSUD Provinsi Banten dan dalam kondisi kritis.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, pihak RS Hermina mengaku belum dapat berkomentar apapun. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Terapkan Inovasi Berkelanjutan, bank bjb Jadi Jawara di Ajang KIJB 2023

Daerah

Angin Segar Penurunan Biaya Haji 2026, Kemenag Pandeglang: Stimulus Nyata Bagi Jemaah

Daerah

ASN Marak Terpapar Judi Online, Projo Banten: Periksa Ponsel, Laptop dan PC Pegawai

Daerah

Penjual Hewan Kurban di Kota Serang Wajib Kantongi Izin Kesehatan

Daerah

Rawan Banjir Akibat Sampah, Yedi Rahmat Minta Camat Se-Kota Serang Turun Tangan

Daerah

Pemprov Banten Siapkan Langkah Antisipasi Disparitas Harga Komiditi Pangan

Daerah

Relawan Spartan dan Satria Siapkan Koordinator TPS, Andra-Dimyati Dinilai Duet Ideal

Daerah

KORMI Banten Target Masuk 5 Besar Pada FORNAS VII 2023