Home / Daerah

Selasa, 11 November 2025 - 17:21 WIB

Warga Keluhkan Pemotongan Dana Bantuan UMKM di Kabupaten Serang

Salah seorang penerima manfaat dana bantuan UMKM, Sara dari Desa Junti, Kecamatan Jawilan l Dok. Dwi MY-BNC

Salah seorang penerima manfaat dana bantuan UMKM, Sara dari Desa Junti, Kecamatan Jawilan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Program bantuan modal usaha yang disalurkan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah kepada 1.400 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Serang menjadi perhatian setelah dugaan terjadinya pemotongan dana oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Salah seorang penerima manfaat, Sara dari Desa Junti, Kecamatan Jawilan, mengaku menerima dana sebesar Rp2.500.000. Namun, uang tersebut diduga dipotong sebesar Rp500.000 dengan alasan biaya administrasi.

“Katanya buat administrasi sama ongkos. Dipotong di dalam mobil pas arah mau pulang,” ujar Sara kepada wartawan pada Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga :  PJU Rusak Parah hingga 2.000 Titik, Pemkab Serang Akui Terkendala Anggaran

Sara menjelaskan bahwa saat mengambil bantuan dilakukan dengan menggunakan mobil yang dikemudikan oleh seseorang yang mengaku sebagai koordinator penyaluran.

Di tengah perjalanan, setelah bantuan diterima, oknum tersebut meminta setiap penerima menyerahkan Rp500.000.

“Semua diminta, katanya memang sudah aturan dari atas. Kami sih nurut saja, ia mau bagaimana lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Desa Junti, Pujianti, menyatakan bahwa pihak desa tidak pernah melakukan pemotongan terhadap dana bantuan UMKM yang diterima warga.

“Kami pastikan kami tidak memotong biaya apapun seperti itu. Kalau di luar yang kami usulkan itu ada pemotongan, saya juga enggak tahu pasti ya,” katanya saat dihubungi wartawan.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Serang Matangkan Persiapan Rapat Pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Pujianti menegaskan bahwa jumlah warga desa yang menerima bantuan dari desa sendiri hanya 13 orang, dan semua prosesnya dilakukan tanpa adanya pemotongan.

Ia pun mengaku hanya mendengar informasi tersebut dari orang lain, dan bukan dari desa atau pihak yang terlibat langsung.

“Kalau di luar yang kami usulkan itu ada pemotongan, itu saya juga nggak tahu pasti ya. Karena cuma infonya ada RT yang ke desa menyampaikan seperti itu,” ujarnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kepala Sekolah Dasar di Cilegon Ikuti Pelatihan Pembelajaran Kecerdasan Artifisial

Daerah

Serahkan LHP atas LKPD Pemkab Serang, BPK RI Beri Opini WTP

Daerah

PLN Borong 5 Penghargaan di Enlit Asia Power Energy Awards 2023

Daerah

Pemilik Toko Minta Jalan di Kawasan Royal Baroe Dibuka Selama 24 Jam

Daerah

KIM Provinsi Banten Mulai Susun Strategi Pemenangan Prabowo – Gibran

Daerah

Provinsi Banten Masuki Panen Raya

Daerah

A Damenta Hadiri Musrembangnas RPJMN 2025-2029

Daerah

Atlet Tinju PPLP Banten Meninggal Dunia, Ini Kata Kadispora