BagusNews.Co – Realisasi Pendapatan Provinsi Banten tahun anggaran 2025 hingga 7 November 2025 baru mencapai 78,9 persen atau Rp8,28 triliun dari target Rp10,50 triliun.
Capaian realisasi pendapatan tersebut mengalami penurunan 5,02 persen secara year-on-year atau dibandingkan tahun anggaran sebelumnya. Pada tahun 2024 diperiode yang sama realisasi pendapatan telah mencapai 83,92 persen atau Rp10,41 triliun dsri target Rp12,40 triliun.
“Pendapatan sampai dengan 7 November 2025, telah terealisasi mencapai 78,90 persen sekitar Rp8,28 triliun dari target Rp10,50 triliun,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan.
Dengan capaian tersebut, Deden menuturkan pihaknya cukup mengkhawatirkan terkait dengan realisasi pendapatan yang baru mencapai 78,9 persen.
“Tapi yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana pendapatan bisa sesuai dengan target, mengingat memang sampai dengan saat ini kan pendapatan masih agak mengkhawatirkan,” katanya.
Deden juga berharap dengan hadirnya kepala Bapenda Provinsi Banten yang baru dapat melahirkan ide-ide dan gagasan dalam upaya peningkatan pendapatan di Provinsi Banten.
“Kami berharap dengan adanya ide-ide dari kepala Bapenda yang baru, itu bisa jadi pendorong pendapatan paling tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan,” imbuhnya.
Berikut Perbandingan Realisasi Pendapatan Daerah Per 7 November 2024 dan 2025 :
Realisasi Pendapatan Daerah Per 7 November 2024
Pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah terealisasi 81,41 persen atau Rp7,49 triliun dari pagu anggaran Rp9,21 triliun.
Pada Pendapatan Transfer telah terealisasi 91,18 persen atau Rp2,90 triliun dari pagu anggaran Rp3,18 triliun.
Pada Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah telah terealisasi 83,33 persen atau Rp5,35 miliar dari pagu anggaran Rp6,43 miliar.
Realisasi Pendapatan Daerah Per 7 November 2025
Pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah terealisasi 77,50 persen atau Rp5,37 triliun dari pagu anggaran Rp6,93 triliun.
Pada Pendapatan Transfer telah terealisasi 81,63 persen atau Rp2,90 triliun dari pagu anggaran Rp3,56 triliun.
Pada Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah telah terealisasi 75,44 persen atau Rp4,78 miliar dari pagu anggaran Rp6,34 miliar.
Berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 7 November 2025, persentase realisasi pendapatan Provinsi Banten menempati posisi ke-14 dari 38 provinsi se-Indonesia. Atau berada di bawah Jawa Barat pada urutan ke-10, Jawa Timur diururan ke-11, NTB di urutan ke-12 dan Sulawesi Tengah diurutan ke-13.(Res/Dede)







