Home / Daerah / Hukum

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:43 WIB

Tingkatkan Kesadaran Hukum, 197 Pasangan Lansia Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu di Lebak

Ratusan pasangan suami istri yang mengikuti sidang isbat nikah di gedung PKK Pendopo Bupati Lebak pada Rabu, 10 Desember 2025 | Dok. Istimewa

Ratusan pasangan suami istri yang mengikuti sidang isbat nikah di gedung PKK Pendopo Bupati Lebak pada Rabu, 10 Desember 2025 | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Sebanyak 197 pasangan, sebagian besar lansia, mengikuti sidang isbat nikah terpadu yang diselenggarakan di Gedung PKK Pendopo Bupati Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pengadilan Agama Rangkasbitung, Kementerian Agama/Kantor Urusan Agama (KUA), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kehadiran masyarakat, terutama pasangan lansia, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proses legalisasi pernikahan mereka yang selama ini belum tercatat secara resmi.

Asmawati (51), warga Desa Kolelet, mengungkapkan rasa lega setelah mengikuti sidang isbat. Ia menikah selama lebih dari 35 tahun tanpa dokumen resmi dan merasa perlu mengurus administrasi pernikahan agar hak-haknya terjamin.

“Saya sudah menikah lama dengan suami, dan kami mempunyai enam anak. Dulu kami tidak mampu mengurus dokumen nikah,” ujarnya, Rabu, 10 Desember 2025.

Baca Juga :  Pelayanan Disdukcapil Kota Serang Harus Lebih Cepat

Senada, Elia (43) dari Kampung Pasir Ranji, Desa Sukamanah, yang menikah sejak 2002 dan memiliki tiga anak, menyampaikan bahwa keberadaan sidang isbat sangat penting. “Saya senang bisa ikut sidang isbat ini. Penting agar administrasi kami jelas demi masa depan anak-anak,” katanya.

Nur Chotimah, Ketua Pengadilan Agama Rangkasbitung, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini disesuaikan dengan peringatan HUT ke-197 Kabupaten Lebak.

Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 925 pasangan yang mengikuti sidang isbat nikah terpadu. Layanan ini tidak hanya menetapkan status hukum pernikahan, tetapi juga menyediakan buku nikah dari KUA dan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), serta akta kelahiran dari Disdukcapil.

Baca Juga :  Wacana Siswa Bermasalah di Banten Masuk Barak, Akademisi Untirta: Tidak Relevan 

Nur menambahkan bahwa sekitar 57 persen pasangan di Kabupaten Lebak hingga awal 2025 belum memiliki buku nikah resmi. Ia menegaskan bahwa target untuk menyelesaikan angka ini cukup berat dan membutuhkan waktu lama.

Oleh karena itu, sosialisasi terus dilakukan bersama tokoh masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencatatan pernikahan yang sah secara hukum.

Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencatatan pernikahan bukan hanya formalitas, tetapi juga perlindungan hak perempuan dan anak. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Buka Peluang Kerja, Disnaker Kota Tangerang Gelar Walk Interview Bersama BPR Hariarta Sedana

Daerah

Dorong Ekonomi Masyarakat, Bupati Pandeglang Lobi Baznas RI di Jakarta

Daerah

Sebagai Tali Asih, Al Muktabar Berikan Kelapa Muda Dari Al Muktabar Untuk Petani Bawang Merah

Daerah

Samsat Ciruas Raih Skor Tertinggi Pemenuhan Standar Pelayanan dan Pengelola Pengaduan

Daerah

Al Muktabar Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Sumur – Taman Jaya

Daerah

Bupati Pandeglang Apresiasi Baznas dan PT Alfindo dalam Upaya Penurunan Stunting

Daerah

Anggaran Pilkada Kota Serang Belum Final, Pemkot Lakukan Penyesuaian

Daerah

Incar Pemilih Milenial, Demokrat Banten Daftarkan 68 Bacaleg Laki-laki dan 32 Perempuan