BagusNews.Co – Tangerang Selatan (Tangsel) kini menghadapi situasi darurat sampah yang mengancam keberlangsungan kebersihan dan kesehatan masyarakatnya.
Lonjakan volume sampah yang belum tertangani secara optimal telah menyebar di hampir seluruh wilayah kecamatan, dipicu oleh tingginya aktivitas permukiman, pusat perdagangan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan limbah yang memadai.
Dari seluruh wilayah di kota ini, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi penghasil sampah terbesar, yaitu Kecamatan Serpong, Ciputat, dan Ciputat Timur.
“Hampir semua wilayah kritis dalam hal timbulan sampah, tetapi yang paling tinggi ada di Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong. Ini cukup kritis dalam penanganan sampah,” ungkap Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Rabu, 14 Januari 2026.
Sementara itu, wilayah lain yang turut terdampak adalah Pamulang, Pondok Aren, dan Serpong Utara.
Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah setempat terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui program bank sampah di masing-masing RW, sebagai salah satu solusi pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Benyamin menambahkan bahwa saat ini pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH), melalui 140 pegawai yang diterjunkan untuk membantu penanganan sampah di wilayahnya.
“Kalau sekarang baru ada 54 bank sampah di Tangsel, dari semua itu yang aktif hanya 36. Ditargetkan itu bisa ditingkatkan lagi. Itu arahan beliau (Menteri LH),” katanya.
Lebih lanjut, Benyamin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus membenahi pengelolaan sampah secara menyeluruh, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang, guna mengatasi krisis yang semakin memburuk.
Diketahui sebelumnya, situasi darurat sampah di Kota Tangsel sudah terjadi sejak 23 Desember 2025.
Kondisi itu dipicu oleh penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, yang menyebabkan tumpukan sampah di jalan-jalan dan fasilitas umum lainnya, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan yang lebih serius jika tidak segera diatasi. (Red/Munjul)







