Home / Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:45 WIB

Tanggap Darurat! Ini Deretan Wilayah Penyumbang Sampah Terbesar di Tangerang Selatan

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat diwawancarai wartawan l Dok. Munjul-BNC

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat diwawancarai wartawan l Dok. Munjul-BNC

BagusNews.Co – Tangerang Selatan (Tangsel) kini menghadapi situasi darurat sampah yang mengancam keberlangsungan kebersihan dan kesehatan masyarakatnya.

Lonjakan volume sampah yang belum tertangani secara optimal telah menyebar di hampir seluruh wilayah kecamatan, dipicu oleh tingginya aktivitas permukiman, pusat perdagangan, serta keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan limbah yang memadai.

Dari seluruh wilayah di kota ini, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi penghasil sampah terbesar, yaitu Kecamatan Serpong, Ciputat, dan Ciputat Timur.

“Hampir semua wilayah kritis dalam hal timbulan sampah, tetapi yang paling tinggi ada di Ciputat Timur, Ciputat, dan Serpong. Ini cukup kritis dalam penanganan sampah,” ungkap Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca Juga :  Paguyuban Jakung Bersatu Sebut Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong Masih Simulasi

Sementara itu, wilayah lain yang turut terdampak adalah Pamulang, Pondok Aren, dan Serpong Utara.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah setempat terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui program bank sampah di masing-masing RW, sebagai salah satu solusi pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Benyamin menambahkan bahwa saat ini pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH), melalui 140 pegawai yang diterjunkan untuk membantu penanganan sampah di wilayahnya.

“Kalau sekarang baru ada 54 bank sampah di Tangsel, dari semua itu yang aktif hanya 36. Ditargetkan itu bisa ditingkatkan lagi. Itu arahan beliau (Menteri LH),” katanya.

Baca Juga :  Hasil Uji Coba Penerimaan Sampah Tangsel, Pemkot Serang Segera Lakukan Evaluasi

Lebih lanjut, Benyamin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus membenahi pengelolaan sampah secara menyeluruh, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang, guna mengatasi krisis yang semakin memburuk.

Diketahui sebelumnya, situasi darurat sampah di Kota Tangsel sudah terjadi sejak 23 Desember 2025.

Kondisi itu dipicu oleh penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, yang menyebabkan tumpukan sampah di jalan-jalan dan fasilitas umum lainnya, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan yang lebih serius jika tidak segera diatasi. (Red/Munjul)

Share :

Baca Juga

Daerah

Belum Memenuhi Syarat, Lima Dapur MBG di Kota Serang Distop

Daerah

Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni Menjadi Juri Grand Final Kang Nong Banten Tahun 2025

Daerah

Pemkab dan BPN Kabupaten Serang Lakukan PKS Penanganan Akses Reforma Agraria

Daerah

Tinjau Huntara Cigobang, Andra Soni : Pemprov Banten Siap Lakukan Pengerasan Akses Jalan

Daerah

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten Tumbuh, Tingkat Pengangguran Terbuka Turun

Daerah

Gubernur Banten Andra Soni Tinjau Jalan Rusak di Pontang Kabupaten Serang

Daerah

Jelang Hari Jadi Kota Cilegon ke-26, Yuk Intip Persiapan Acaranya

Daerah

Pemkab Serang Promosikan Gerabah dan Batik Khas Serang di Pelabuhan Merak