BagusNews.Co – Dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tangerang Selatan (Tangsel), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melakukan percepatan revitalisasi dan pembangunan infrastruktur sekolah sepanjang tahun 2025.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah daerah sebagai fondasi krusial untuk pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Kami ingin memastikan anak-anak Tangerang Selatan belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran. Infrastruktur pendidikan yang baik adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota ini,” ujar Benyamin dalam keterangannya pada Senin, 2 Februari 2026.
Upaya konkret, menurutnya, telah direalisasikan dengan rampungnya revitalisasi sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Sementara itu, proyek pembangunan sarana dan prasarana pendukung terus dikebut untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.
Pada jenjang sekolah dasar, revitalisasi signifikan telah diselesaikan di SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 01, SDN Ciputat 01, dan SDN Babakan 1.
Tidak berhenti di situ, SDN Keranggan turut mendapatkan penambahan fasilitas vital berupa pos jaga dan perpustakaan.
Selain itu, pembangunan sarana prasarana juga digencarkan di SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2, menunjukkan cakupan komprehensif dari program revitalisasi ini.
Sementara itu, di tingkat sekolah menengah pertama, Pemkot Tangsel telah merampungkan revitalisasi di beberapa sekolah penting, termasuk SMPN 6, SMPN 8, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, dan SMPN 24.
Selian itu, upaya pengkuatan struktur bangunan kini tengah dijalani oleh SMPN 12, sementara perbaikan atap menjadi fokus di SMPN 17. Menariknya, SMPN 16, yang telah direvitalisasi pada anggaran 2024, melanjutkan penguatan fasilitasnya dengan pembangunan sarana prasarana pada 2025.
Benyamin menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur sekolah dilaksanakan secara bertahap dan sangat mengutamakan kebutuhan riil di lapangan. Prioritas utama selalu diberikan pada aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan fasilitas yang dibangun.
“Sekolah bukan hanya bangunannya saja, tapi ruang tumbuh karakter dan masa depan anak-anak kita. Karena itu, kami pastikan pembangunannya tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red/Munjul)







