BagusNews.Co – Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya pemberdayaan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Kenduri Ramadan 2026 di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Minggu, 22 Februari 2026. Dalam sambutannya, Maesyal mendorong generasi muda agar berani dan percaya diri dalam mengembangkan kualitas diri sebagai sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.
“Kalian ini calon-calon pemimpin, generasi yang akan mengisi pembangunan di Kabupaten Tangerang, di provinsi, bahkan di tingkat nasional. Maka harus berani, percaya diri, dan punya kualitas,” tegasnya. Ia menegaskan, peningkatan kualitas SDM merupakan modal utama agar generasi muda mampu bersaing secara global dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan kapasitas generasi muda, baik dari aspek intelektual, mental, maupun spiritual.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum pembinaan generasi muda dalam memperkuat keberanian, karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) selama bulan suci Ramadan,” katanya. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak ragu menunjukkan kemampuan mereka, baik dalam hafalan Aquran maupun penguasaan ilmu lainnya. Keberanian untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dianggap sebagai bagian penting dalam membangun SDM unggul.
“Kalau punya kemampuan, jangan takut tampil. Jangan takut angkat tangan. Orang cerdas itu harus berani menyampaikan untuk kebaikan dan kebenaran,” ujarnya. Selain itu, Maesyal menekankan, Ramadan adalah momen terbaik untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, memperdalam ilmu, dan membangun akhlak mulia.
“Ramadan adalah bulan penuh pahala. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan sesuai niat dan keikhlasan kita. Ini kesempatan membentuk pribadi yang kuat, berilmu, dan berakhlak,” tuturnya. Ia pun mengapresiasi inisiatif penyelenggara yang menghadirkan ruang pembelajaran intensif selama 25 hari penuh. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ikuti prosesnya dengan tertib, belajar dengan sungguh-sungguh, dan jadikan Ramadan ini sebagai titik awal perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berani, dan lebih berkualitas,” uajr Maesyal. (Red/Munjul)







