Home / Opini

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:59 WIB

Serang Bahagia atau Serang Bertanya? 

Serang Bahagia atau Serang Bertanya? 

Refleksi Hari Buruh

Oleh: Abah Elang Mangkubumi

 

Di tengah geliat industri, angka pengangguran yang masih tinggi memunculkan pertanyaan: kemana arah kebijakan dan realisasi janji Bupati Serang?

Kabupaten Serang hari ini berdiri di atas fondasi industri yang terus berkembang.

Investasi berdatangan, kawasan industri meluas, dan aktivitas ekonomi tampak bergerak.

Namun, kemajuan tidak pernah cukup diukur dari apa yang terlihat.

Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Serang masih berada di angka 8,73 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Banten yang berada di kisaran 6,6 persen.

Lebih jauh lagi, sektor industri yang semestinya menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja justru mengalami penurunan jumlah pekerja dalam periode terakhir.

Baca Juga :  Cantik Itu Luka atau Laki-laki Itu Keji?

Di titik ini, pertumbuhan dan kesejahteraan tampak tidak berjalan seiring.

Kepada Bupati Serang, Ratu Zakiyah, janji kampanye bukan sekadar narasi yang selesai setelah pemilihan. Ia adalah amanah yang menuntut arah, keseriusan, dan keberanian untuk diwujudkan.

Ketika kawasan industri berkembang, namun masyarakat lokal belum merasakan kepastian kerja yang layak, maka wajar jika publik mulai bertanya: untuk siapa sesungguhnya pertumbuhan ini berjalan?

Barangkali persoalannya bukan pada kurangnya potensi, melainkan pada kebijakan yang belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Buruh tidak meminta lebih. Mereka hanya membutuhkan kepastian, keadilan, dan kehidupan yang dapat dijalani dengan bermartabat.

Baca Juga :  Piala Dunia U-17 dan Banten International Stadium

Di sinilah kepemimpinan menemukan maknanya bukan pada janji yang diucapkan,

melainkan pada dampak yang dirasakan.

Kabupaten Serang tidak kekurangan peluang, yang dibutuhkan adalah arah yang jelas dan keberpihakan yang nyata,

agar pertumbuhan tidak berhenti sebagai angka, melainkan hadir sebagai kesejahteraan.

Sebab pada akhirnya, rakyat tidak hidup dari janji. Mereka hidup dari kepastian.

Dan ketika janji tak kunjung terwujud, maka yang tersisa bukan lagi harapan, melainkan pertanyaan besar yang butuh jawaban konkret.

Kabupaten Serang, 1 Mei 2026

Penulis adalah Tokoh Masyarakat Kabupaten Serang

Share :

Baca Juga

Opini

Revolusi Kuliner Sehat: Umbi Porang Jadi Bahan Utama Mie Shirataki yang Menyehatkan!

Health

Musim Hujan dan Risiko Makanan Berkuah

Ekonomi

Riset & Transformasi Teknologi Pangan

Opini

Dari Bantuan ke Pemberdayaan: Saatnya Paradigma Pembangunan Indonesia Berubah

Opini

Program TAPERA Untuk (SI) Apa?

Opini

Bung Karno dan 80 Tahun Indonesia Merdeka

Opini

Polri dan Mendagri, Batas Sehat antara Politik & Hukum

Opini

Stop Eksploitasi Gadis Baduy di Medsos