BagusNews.Co – Sepanjang Januari-Juli 2024, jumlah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kecamatan Kasemen capai 663 kasus paling banyak anak-anak.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Kilasah Kecamatan Kasemen, penyakit ISPA paling banyak dibandingkan dengan penyakit lain nya.
“Jadi yang menduduki peringkat pertama itu ISPA, kemudian disusul dengan dermatitis sebanyak 392 kasus, diikuti Gastritis sebanyak 351 kasus, mylagia sebanyak 321 kasus, diare 303 kasus, hipertensi 192 kasus, sakit kepala 77 kasus, konjungtivitis 70 kasus, atritis 58 kasus dan batuk 48 kasus,” kata Kepala Puskesmas, Murni Diasfara, Senin, 22 Juli 2024.
Murini menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya penyakit ISPA di Kecamatan Kasemen, salah satunya adalah penyebaran debu polusi yang disebabkan oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Kebanyakan yang terkena ISPA itu anak-anak mulai dari usia 0-7 tahun, dan disusul orang dewasa hingga lansia,” jelasnya.
Murni menuturkan, selain peralihan cuaca yang ekstrem, kebersihan hingga daya tahan tubuh juga mempengaruhi penyebaran ISPA. Maka dari itu, untuk mencegah penyebaran ISPA, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para warga.
“Kita juga melakukan sosialisasi, seperti sosialisasi etika batuk, bahaya merokok dan lainnya, untuk menekan angka penderita ISPA,” tuturnya.
Menurut Murni, kasus ISPA sepanjang tahun 2024 kemungkinan akan terus bertambah.
“Untuk saat ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang menderita ISPA masih sama, dan kemungkinan akan terus bertambah,” ungkapnya.
Terakhir Murni menghimbau kepada semua masyarakat Kasemen untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan menggunakan masker saat bepergian.
“Memang meskipun belum ada kasus ISPA yang sampai meninggal, tapi lebih tepatnya kita harap untuk semuanya dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran ISPA ini,” pungkasnya.(Red/Misbah)







