BagusNews.Co – Pemerintah Kecamatan Cikande mengangkut tumpukan sampah yang menggunung di berbagai titik menggunakan alat berat dan sejumlah armada truk pengangkut sampah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat setidaknya empat titik tumpukan sampah di Kecamatan Cikande, yakni dua titik di ruas Jalan Jakarta-Merak (dekat PT Langgeng Sahabat dan Bulog Cikande), satu titik di ruas Jalan Cikande-Rangkasbitung, dan di depan kantor Kecamatan Cikande.
Tumpukan sampah ini menjadi sumber kekhawatiran masyarakat dan mengganggu estetika kota, akhirnya dibersihkan oleh tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cikande Muhamad Noeh.
Noeh mengatakan bahwa pengangkatan sampah kali ini merupakan bentuk kerja sama PPTK Persampahan Kecamatan Cikande dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang bersama Poros Aksi Warga Nyata (AWN).
Noeh menyampaikan bahwa volume sampah yang dihasilkan di wilayah Cikande mencapai 100 kubik per hari, menjadikannya sebagai daerah dengan kontribusi sampah terbesar di Kabupaten Serang.
“Volume sampah di sini mencapai 100 kubik per hari, itu yang tertinggi di Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 30 Juni 2025.
Lebih lanjut, kata Noeh, angka ini menjadi tantangan besar yang dihadapi pemerintah kecamatan dalam pengelolaan limbah, terutama mengingat sumber daya yang tersedia sangat terbatas.
Menurutnya, sumber daya yang ada terdiri dari 11 petugas dan 7 unit armada dinilai kurang memadai untuk menanggulangi volume sampah yang begitu tinggi.
“Ada 7 armada dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Jadi harus penanganan serius Kecamatan Cikande agar sampai ini bisa terurai,” imbuhnya.
Ia juga menilai, perilaku masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pengelolaan sampah berkontribusi besar terhadap situasi ini.
“Mayoritas sampah berasal dari pasar dan lingkungan sekitar. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih rendah,” katanya.
Dalam jangka panjang, pihak kecamatan berkomitmen untuk terus memantau pergerakan sampah secara berkala guna mencegah penumpukan di titik-titik rawan.
Tidak hanya itu, mereka juga akan lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan menerapkan pola hidup bersih.
“Kami akan tingkatkan pengawasan dan juga edukasi kepada masyarakat. Perubahan perilaku adalah kunci utama mengatasi persoalan ini,” tegas Noeh.
Tokoh masyarakat setempat, Abidin Nasyar, menyambut positif langkah cepat dari petugas. Ia menilai bahwa tumpukan sampah yang sempat memenuhi ruas jalan nasional sangat mengganggu ketertiban dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Kami apresiasi upaya petugas kecamatan. Sampah yang menumpuk bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga menciptakan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan dan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Serang Istianah mengatakan, pihaknya menerjunkan 15 armada dan 30 orang petugas untuk mengangkut sampah di dua lokasi.
“Pengangkutan dilakukan di dua titik tumpukan sampah di antaranya di ruas Jalan Cikande-Rangkasbitung dan di ruas Jalan Raya Jakarta-Merak,” ungkapnya. (Red/Dwi)







