BagusNews.Co – Kasus dugaan keracunan yang melibatkan puluhan siswa SMPN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, bermula dari pengiriman dan pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Serdang.
Menurut Kepala SMPN 1 Kramatwatu Dede Al Amron Edi Muslikh, kejadian bermula saat pihak sekolah menerima paket MBG sekitar pukul 10.00 WIB pada Selasa, 2 September 2025.
“Kami menerima makan paket MBG seperti biasa, dan pembagian dilakukan pada pukul 12.00 WIB saat istirahat Zuhur agar tidak mengganggu proses belajar,” ungkap Dede kepada wartawan, Rabu, September 2025.
Dede menjelaskan bahwa sebelum diberikan kepada siswa, pihak sekolah selalu mengingatkan agar makanan yang memiliki bau tak sedap atau terlihat tidak layak dikonsumsi dikembalikan.
“Ada sebagian siswa yang membuka makanan di kelas dan mencium bau yang tidak sedap, kemungkinan karena makanan sudah basi atau busuk. Mereka lalu melapor ke guru dan kami mengumumkan bahwa makanan tersebut tidak layak, sehingga sebagian besar mengembalikan paketnya,” katanya.
Meski sebagian besar mengembalikan makanan, ada beberapa siswa yang tetap memakannya karena merasa lapar, terutama setelah berolahraga. Sekitar satu jam kemudian, mereka mulai mengeluh sakit perut, mual, dan muntah.
“Ada 6 siswa yang mengalami gejala tersebut dan langsung kami bawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan,” jelas Dede.
Ia menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, keenam siswa tersebut tidak mengalami kondisi yang mengancam nyawa dan kemudian dijemput orang tua mereka.
Salah seorang siswa, Hani Hairunnisa, mengungkapkan pengalamannya. “Pas kemarin baru diambil, pas dibagiin, pas saya buka itu tuh kayak bau yang sayur sudah basi, kayak ada basi gitu. Menunya ada sayur, tempe, dan tahu, tapi lauknya sudah bau,” katanya.
Ia juga menyebutkan, ada kabar yang jadi perbincangan para siswa bahwa di makanan tersebut diduga ditemukan belatung. “Di makanan itu ada belatungnya gitu,” tambahnya.
Seorang siswa lain, Gifta, menambahkan bahwa ini adalah kejadian pertama kalinya mereka menerima makanan yang bau dan berbau tidak sedap sejak program MBG dimulai. “Yang kayak gini, ya baru sekali,” ujarnya.
Terkait adanya dugaan belatung pada menu MBG, Gifta mengaku mendapat kabar dari teman kelasnya bernama Tio.
“Katanya, ada yang gerak-gerak gitu ada hewan di dalam terus pada ngerubunin itu sudah enggak ada katanya sudah mati tapi itu enggak tahu kita kan enggak tahu yang benar mana yang enggak tahu yang enggak boleh ambil keputusan langsung kalau enggak ada buktinya gitu,” imbuhnya. (Red/Dwi)







