BagusNews.Co – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Serang menggelar aksi demonstrasi di halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Serang.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk aspirasi menyusul perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kabupaten Serang.
Mereka menuntut ketegasan dan respons dari pemerintah daerah, khususnya dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, terkait sejumlah masalah krusial yang tengah dihadapi masyarakat setempat.
Dalam aksi yang digelar pada Rabu, 8 Oktober 2025, tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi sosial dan ekonomi di Kabupaten Serang.
Mereka menyoroti persoalan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, perlindungan lingkungan, serta tingginya angka pengangguran yang menjadi perhatian utama.
Secara khusus, mereka menyampaikan kekecewaan karena sulit untuk mendapatkan kesempatan berdialog secara langsung dengan Bupati.
“Tujuan kami menyampaikan aspirasi rakyat, persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Tapi Bupati Serang ini susah untuk diajak diskusi,” ujar salah satu peserta aksi.
Mereka juga mempertanyakan ketidakhadiran Bupati dalam acara sarasehan yang digelar di Cafe 1998 pada hari sebelumnya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Dalam acara tersebut, mahasiswa mengaku telah berusaha menghubungi Pemkab dan DPRD agar Bupati hadir, tetapi tidak mendapatkan respons yang memadai.
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya dalam kegiatan sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya disebabkan karena jadwal kegiatan yang sangat padat.
“Mohon maaf kepada adik-adik mahasiswa, kemarin saya tidak bisa hadir karena kegiatan kami sangat padat,” ujarnya saat bertemu langsung dengan massa aksi.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah diwakili oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah dalam acara tersebut.
Zakiyah berjanji untuk menindaklanjuti semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
“Apa yang disampaikan mahasiswa terkait berbagai persoalan di Kabupaten Serang akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Setelah proses dialog yang cukup menegangkan, demonstrasi berakhir dengan tertib dan mahasiswa membubarkan diri setelah mendapatkan jaminan dari Bupati untuk menindaklanjuti aspirasi mereka. (Red/Dwi)







