BagusNews.Co – Jurusan Pendidikan Nonformal (PNF) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menggelar NOF Expo 43 TH di Kampus Ciwaru, Jalan Ciwaru Raya, Kota Serang.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 PNF FKIP Untirta, yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, menandai empat dekade lebih kiprahnya dalam pengembangan pendidikan di luar jalur formal.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung apresiasi seni dan dedikasi terhadap isu-isu sosial penting. Rangkaian acara yang memeriahkan NOF Expo 43 TH dirancang untuk menampilkan keragaman bakat dan kontribusi dari berbagai elemen.
Jaharudin, Ketua Pelaksana NOF Expo 43 TH, menjelaskan lebih lanjut tentang esensi perayaan ini. Ia menjelaskan, NOF Expo 43 TH diisi dengan penampilan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan mahasiswa PNF.
Ada pula penampilan kekayaan budaya, yakni tari tradisional yang anggun serta energi dinamis dari tari modern.
“NOF Expo 43 tahun merupakan ulang tahunnya Jurusan Pendidikan Nonformal. Jadi rangkaian kegiatan ini ada penampilan dari KBM (Keluarga Besar Mahasiswa). Terus juga ada dari beberapa dari PKBM dan juga ada tari tradisional, tari modern,” ujarnya di sela acara pada Sabtu, 22 November 2025.
Lebih lanjut, Jaharudin menambahkan bahwa kemeriahan acara diperkaya dengan penampilan dari komunitas penyanyi jalanan.
Tak hanya itu, berbagai kompetisi juga digelar, termasuk lomba cerpen, dengan penyerahan hadiah dijadwalkan dalam rangkaian NOF Expo 43 TH.
“Begitu juga ada penampilan dari komunitas penyanyi jalanan. Dan kita juga ada lombanya, di antaranya ada cerpen, cuma pembagian hadiahnya nanti setelah ini,” jelasnya.
Suasana NOF Expo 43 TH semakin hidup dengan kehadiran stan-stan kuliner dan produk kreatif yang didukung oleh salah satu provider sebagai penyedia tenda.
Pengunjung dapat menikmati beragam sajian mulai dari kopi, makanan ringan seperti keripik dan dimsum, hingga salad segar, serta berinteraksi di area photobooth.
“Ada juga stan-stan yang tendanya kita disupport oleh Smartfren dan juga tenda-tendanya itu diisi di antaranya ada kopi, ada makanan, salad, ada krips, ada potoboot, dan juga ada dimsum,” ungkap Jaharudin.
Menyikapi pertanyaan mengenai harapan untuk PNF di usianya yang ke-43, Jaharudin menyampaikan visi yang kuat.
“Harapan kami ya ke depannya semua mungkin kita punya harapan yang menjadi yang lebih baik lagi dan juga semoga ada terus bisa bersilaturahmi antara KBM PNF. harapan saya semoga jurusan PNF ini lebih dikenal di khalayak luar gitu lebih terdengar terus juga untuk ajang silaturahmilah,” tuturnya penuh optimisme.
Kontribusi PKBM dalam NOF Expo 43 TH menjadi sorotan tersendiri, menunjukkan sinergi antara universitas dan lembaga pendidikan nonformal di masyarakat.
Surya Safarudin Al Anshori, Kepala Sekolah PKBM Amaluna Ciruas, menyatakan kebahagiaannya atas kesempatan untuk berpartisipasi.
“Ya Alhamdulillah hari ini di HUT PNF, PKBM Amaluna mendapat undangan untuk ikut berkontribusi merayakan. Kita Alhamdulillah bisa hadir dengan dua penampilan dari paket A kelas 3 dan kelas 1, dari paket B-nya kelas 7 dan kelas 8,” katanya saat diwawancarai di lokasi yang sama.
Surya mengapresiasi antusiasme para siswanya karena telah berani menampilkan pertunjukan di depan khalayak.
“Alhamdulillah anak-anak juga bisa menampilkan yang terbaik dan bisa ikut merayakan. Dan mudah-mudahan ini juga menjadi momen tiap tahun yang mungkin bisa menjadi media buat PKBM Amaluna mengembangkan minat bakat anak-anak dalam seni,” imbuhnya.
Penampilan dari PKBM Amaluna memiliki makna mendalam. Untuk peserta paket A, mereka menampilkan drama musikal tentang bahasa isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas.
Sementara itu, peserta paket B mengangkat tema Gaza, sebuah pengingat kuat akan isu kemanusiaan yang masih berlangsung dan pentingnya dukungan global.
“Tadi yang anak-anak yang anak paket A itu drama musikal tentang bahasa isyarat. Jadi kita juga ingin menampilkan kepedulian terhadap kaum disabilitas. Kemudian untuk yang paket B kita angkat tema tentang Gaza. Karena memang hari ini, sampai hari ini peperangan itu tidak adil ya. Mungkin Palestina juga masih sangat butuh perhatian kita yang sampai hari ini belum bisa mendapatkan kemerdekaannya,” jelas Surya.
NOF Expo 43 TH tidak hanya merayakan usia PNF Untirta, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan nonformal, merangkul keberagaman, serta menjadi wadah bagi ekspresi seni dan kepedulian sosial. (Red/Dwi)







