BagusNews.Co – Wakil Walikota Kota Serang Nur Agis Aulia mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam acara panen raya jagung serentak kuartal IV di Lingkungan Ciwiru, Kelurahan Cigoong, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis, 8 Januari 2026.
Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Serang Sony August, Camat Walantaka Muslim Sholeh, dan kelompok petani.
Lahan jagung seluas 4 hektar tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Margahayu 1, dengan estimasi hasil panen mencapai 8 hingga 16 ton jagung.
Wakil Walikota Serang menyatakan siap menindaklanjuti arahan Kapolda Banten dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di wilayah Kota Serang.
Ia menyebut langkah ini sejalan dengan program unggulan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia, yakni Gerakan Serang Hijau.
“Ya, ini sebenarnya arahan dari Pak Kapolda itu sama dengan salah satu program unggulan Pak Budi-Agis yaitu gerakan menanam Serang Hijau,” ujar Agis.
“Jadi ini akan kita kolaborasikan untuk bareng-bareng menciptakan Serang Hijau dengan gerakan menanam, termasuk nanam jagung,” tambahnya.
Terkait lokasi penanaman, Agis menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera memetakan titik-titik lahan yang memungkinkan untuk ditanami.
Setelah itu, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lahan kosong dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pastinya, karena kita Budi-Agis punya program gerakan Serang Hijau yaitu gerakan menanam baik di rumah maupun di lahan-lahan,” jelas Agus.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan komitmennya dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas jagung, di Provinsi Banten.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga aparatur di tingkat kelurahan dan desa, untuk mengajak para petani lebih giat menanam jagung.
“Saya minta betul terutama Pak Wakil Walikota, Dinas Pertanian, kita semua melalui lurah dan kepala desa untuk mengajak para petani kita rajin menanam jagung. Insya Allah Provinsi Banten bisa menjadi salah satu penyumbang swasembada pangan di bidang jagung,” ujar Hengki.
Ia menjelaskan saat ini Provinsi Banten berada di peringkat kedelapan sebagai penghasil beras di Indonesia dari total 36 provinsi.
Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang besar bagi Banten untuk masuk lima besar provinsi penghasil jagung apabila pengelolaan pertanian dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Tolong Pak Wakil Wali kota ini kita seriusin. Aku yakin di Banten bisa tercapai,” tegas Hengki. (Red/ Roy)







