Home / Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:10 WIB

Harga Daging dan Bawang Melonjak di Pasar Kelapa Dua Tangerang

Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan di sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang, l Dok. Munjul-BNC

Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan di sejumlah pasar di Kabupaten Tangerang, l Dok. Munjul-BNC

BagusNews.Co – Harga beberapa komoditas utama mengalami lonjakan tinggi, terutama daging sapi, bawang merah dan bawang putih. Kenaikan harga komoditas tersebut salah satunya terjadi di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring di Pasar Kelapa Dua pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam kunjungannya, Intan mengatakan, kunjungan di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terkait ketersediaan dan fluktuasi harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia mengatakan, Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan selama bulan suci dan menjelang perayaan besar, namun hasil pantauan menunjukkan adanya kenaikan harga yang signifikan pada beberapa komoditas penting.

Intan juga menyampaikan, dirinya bersama Asisten Daerah (Asda) II dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi langsung ke pasar guna memantau kondisi stok dan harga bahan pokok.

“Saya didampingi Bapak Asisten 2, Ibu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan meninjau langsung Pasar Kelapa Dua melihat ketersediaan dan harga-harga kebutuhan pangan serta kebutuhan pokok sebelum menghadapi Idul Fitri,” ungkapnya.

Hasil dari pemantauan tersebut menunjukkan, harga beberapa komoditas utama mengalami lonjakan yang signifikan. Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada daging sapi, bawang merah, bawang putih, serta minyak goreng yang stoknya diketahui cukup terbatas.

Baca Juga :  Momentum Muharram, Pemkot Tangsel Dorong Perubahan Perilaku dan Pendidikan

“Saat ini ditemukan kenaikan yang signifikan pada daging sapi juga bawang merah, bawang putih dan cabai rawit ini harganya agak melonjak. Minyak juga agak susah,” jelasnya.

Intan menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang hari raya. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memperketat pengawasan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan, masyarakat mendapatkan bahan pangan yang aman dan layak konsumsi.

“Kita akan terus melakukan monitoring stok dan ketersediaan bahan pangan dan komoditas pokok. Kita bersama BPOM juga akan melakukan uji kelayakan makanan menjelang hari raya agar masyarakat bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan aman dan layak konsumsi,” katanya.

Lebih lanjut, Intan menyatakan, hasil pemantauan ini akan dibahas bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait lainnya. Langkah-langkah preventif, termasuk subsidi minyak goreng dan Gerakan Pangan Murah, akan diupayakan menjelang Lebaran agar harga tetap stabil dan pasokan cukup.

“Hasil temuan ini tentu akan kami bahas bersama lebih lanjut bersama dinas, instansi terkait lainnya. Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mencoba menyubsidi minyak goreng dan menggelar Gerakan Pangan Murah menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegasnya.

Baca Juga :  Wadah Aktualisasi Prestasi Atlet Pelajar, Al Muktabar Buka POPDA XI Provinsi Banten

Terkait kenaikan harga daging sapi yang signifikan, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah proaktif untuk menekan lonjakan harga tersebut. Ia berharap, pemerintah pusat dapat mengeluarkan kebijakan agar harga daging sapi tidak melebihi Rp160.000 per kilogram.

“Kita harapkan pemerintah pusat juga ada langkah proaktif untuk menekan kenaikan harga daging sapi. Mudah-mudahan ada peraturan dari pemerintah pusat nanti agar harga daging sapi tidak lebih dari Rp160.000 per kilogram,” ujarnya.

Cicih, salah seorang pengunjung pasar, mengaku kenaikan harga sejumlah komoditas membuat anggaran belanjanya membengkak selama Ramadan tahun ini. Saat ini ia juga mengaku kesulitan untuk mencukupi kebutuhannya.

“Sekarang apa-apa naik, bawang dan cabai naik, uang Rp50.000 dibawa ke pasar, paling dapat sedikit belanjaannya. Apalagi tuh, minyak goreng sudah mahal, eh langka pula,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan para pedagang, seperti halnya yang dirasakan Yayah yang berjualan daging sapi. Ia mengatakan, kenaikan harga daging yang awalnya Rp140.000 kini menjadi Rp160.000 per kilogramnya. Lantaran sepi pembeli, ia pun mengurangi stok daging di kiosnya.

“Ya, mungkin sudah waktunya naik karena puasa, atau juga sapinya kosong. Pembeli banyak yang mengeluh soalnya harga naik semua,” tutur Yayah. (Red/Munjul)

Share :

Baca Juga

Daerah

Walikota Serang Jenguk Petugas Jaga Lintasan di Walantaka Usai Digigit Ular

Daerah

Pemkot Serang Ancam Tutup Tempat Hiburan Malam Berkedok Cafe dan Resto

Daerah

Jalan Sukadame-Kubangkondang Rampung, Andra Soni Ajak Warga Jaga Infrastruktur Desa

Daerah

Walhi Dorong Pencabutan Izin PT STS dan Pembebasan Warga Padarincang Tanpa Syarat

Daerah

Dapat Arahan Dari Presiden Jokowi, Sekda Kota Serang Dorong Profesionalisme ASN

Daerah

DPRKP Banten Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Biopori

Daerah

Dorong Puskesmas Terapung di Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin Raih Penghargaan

Daerah

Dindikpora Pandeglang Salurkan Bantuan Untuk Dua Anak Nyaris Putus Sekolah