Home / Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:28 WIB

Produksi Kue Satu di Kota Serang Meningkat, Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Suasana produksi kue satu di Cahaya Amah, Lingkungan Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang I Dok. Roy-BNC

Suasana produksi kue satu di Cahaya Amah, Lingkungan Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang I Dok. Roy-BNC

BagusNews.Co – Lingkungan Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sejak lama dikenal sebagai sentra kue satu.
‎
‎Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hampir setiap sudut gang di lingkungan tersebut dipenuhi aktivitas penjemuran adonan hingga proses pengepakan kue satu untuk dikirim ke berbagai toko.
‎
‎Salah satunya usaha rumahan Cahaya Amah, setiap hari mereka mengolah kacang hijau menjadi penganan khas hari raya umat Muslim.
‎
‎Kue satu yang dihasilkan memiliki cita rasa khas, terbuat dari kacang hijau pilihan yang digiling halus dan dicampur gula.
‎
‎Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan lumer di mulut. Rasa manisnya ringan, berpadu dengan aroma kacang hijau yang kuat, sehingga menjadi suguhan favorit saat hari raya.
‎
‎Pemilik usaha rumahan Cahaya Amah, Faikoh mengatakan, dalam sehari pihaknya mampu mengolah sekitar satu karung kacang hijau. Dari bahan tersebut dihasilkan kurang lebih 25 kilogram adonan kue satu.
‎
‎“Sehari paling satu karung. Tapi tergantung cuaca. Kalau panas terik bisa dijemur, cepat kering. Kalau hujan atau kurang panas, harus pakai oven,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 4 Maret 2026.
‎
‎Menurutnya, proses pengeringan menjadi tahapan penting agar tekstur kue tetap halus dan tidak mudah hancur saat dikemas.
‎
‎Bahkan saat musim hujan, kacang hijau lebih lama kering sehingga waktu produksi bertambah.
‎
‎“Kalau lagi hujan, kacangnya lama kering. Jadi produksi ikut mundur,” katanya.
‎
‎Faikoh mengungkap pesanan biasanya mulai meningkat sejak sebelum Ramadan, dan terus bertambah memasuki pertengahan bulan puasa.
‎
‎Pengiriman kue satu ke toko-toko pun rutin dilakukan untuk menjaga stok tetap tersedia hingga Lebaran.
‎
‎“Biasanya sebelum puasa sudah mulai stok. Masuk tanggal 10 Ramadan pesanan makin banyak dan mulai kirim ke toko-toko,” ucap Faikoh.
‎
‎Adapun proses pembuatan kue satu memakan waktu sekitar dua hari. Hari pertama untuk penggilingan kacang hijau, pencampuran gula, pencetakan, serta penjemuran atau pengovenan. Hari berikutnya masuk tahap pengemasan.
‎
‎Selain kue satu, Cahaya Amah juga memproduksi sagon dan gipang. Dalam masa ramai, delapan orang pekerja terlibat, mulai dari bagian produksi hingga pengepakan.
‎
‎Salah satu pekerja, Urfiah, menyebut dalam kondisi ramai satu kali pengiriman bisa mencapai 25 dus. Setiap dus berisi satu lusin kue yang dipasarkan ke Serang, Cilegon hingga Merak.
‎
‎Dirinya bertugas di bagian produksi dan pengemasan menuturkan, dalam masa ramai satu kali pengiriman bisa mencapai 25 dus, dengan isi satu dus sebanyak satu lusin.
‎
‎“Kalau jelang Lebaran bisa kirim 25 dus sekali. Satu dus isinya 12,” ujar Urfiah.
‎
‎Untuk harga, kue satu dijual dalam kemasan dus berisi satu lusin. Urfiah menyebut satu toples dibanderol sekitar Rp10 ribu untuk distribusi ke toko.
‎
‎Harga tersebut disesuaikan dengan biaya bahan baku dan produksi, terutama saat permintaan meningkat menjelang Lebaran. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Surat Suara Pilkada Serentak Kabupaten Serang Dikirim Hari ini

Daerah

Aktivis Pandeglang Kritik Sikap Emosional Bupati Dewi Setiani

Daerah

KPU Banten Butuh Empat Hari Menghitung Hasil Perolehan Suara Pemilu 2024

Daerah

Pemboikotan Produk Terafiliasi Dengan Israel, Ini Kata MUI Kota Serang

Daerah

Program TMMD Resmi Ditutup, Pangdam Siliwangi Apresiasi Pemkab Serang

Daerah

Mulai Agustus 2023, Minimarket di Kota Serang Dilarang Sediakan Kantong Plastik

Daerah

Andra Soni: Stabilitas Kamtibmas Adalah Fondasi Pembangunan Banten

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Pemikiran Syekh Nawawi Menjadi Dasar Filosofi Membangun Bangsa