BagusNews.Co – Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal dengan sebutan May Day tingkat Kota Serang yang berlangsung di GOR Stadion Maulana Yusuf, Minggu, 3 Mei 2026, dinilai sebagai yang paling buruk pelaksanaannya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kota Serang, Teguh Prinaryanto, saat menyampaikan pandangan dan harapan terkait perjuangan serta kesejahteraan para pekerja di daerah tersebut.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya senantiasa menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menyusun dan mengajukan usulan alokasi anggaran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, guna mempersiapkan berbagai keperluan penyelenggaraan peringatan hari besar tersebut.
Usulan yang sama pun telah disampaikan pada periode sebelumnya, namun dalam prosesnya anggaran yang telah disepakati dan diusulkan tersebut ternyata mengalami perubahan yang tidak diketahui penyebabnya.
”Jadi begini tahun-tahun sebelumnya kami selalu berkolaborasi dengan Disnaker untuk mengusulkan anggaran kepada pemerintah kota terkait persiapan May Day tahun depan. Tahun kemarin sudah kita lakukan juga. Ternyata sampai di atas angka (anggaran) itu hilang, gak tahu siapa yang menyulap itu kita gak tahu,” ungkap Teguh kepada wartawan.
Ia membandingkan kondisi pelaksanaan pada tahun sebelumnya yang berjalan dengan lebih baik dan meriah, karena mendapatkan dukungan pendanaan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
Dukungan tersebut memungkinkan panitia menyediakan berbagai keperluan, di antaranya penyediaan pakaian seragam khusus yang menjadi identitas penyelenggaraan, sehingga menarik antusiasme dan keikutsertaan yang tinggi dari para pekerja.
”Kalau tahun lalu memang disupport oleh anggaran pemerintah kota sehingga pelaksanaannya dan teman-teman juga banyak yang hadir, karena setiap temen-temen kan diberikan kaos bahwa ini hari May Day dengan kaos yang membuat mereka senang,” katanya.
Berbeda dengan tahun ini, anggaran pendukung kegiatan tersebut sama sekali tidak dialokasikan dan bahkan dihapus dari daftar rencana pengeluaran daerah.
Meskipun demikian, berkat upaya keras serta perhatian dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Walikota Serang, peringatan hari buruh tahun ini tetap dapat diselenggarakan dengan baik.
”Tapi tahun ini memang tidak dianggarkan, dicoret, sehingga upayanya pak Kadis dan Pak Wali sampai terselenggara May Day kali ini,” tambah Teguh.
Menyikapi kondisi tersebut, Teguh menyampaikan aspirasi yang disampaikan langsung oleh para pekerja agar penyelenggaraan peringatan Hari Buruh pada masa mendatang dapat disusun dengan lebih baik lagi dan mendapatkan perhatian yang layak.
Ia menegaskan peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial bagi Pemkot Serang saja, melainkan momen penting yang diperingati oleh para pekerja di seluruh dunia.
Bahkan telah mendapatkan perhatian serta dukungan fasilitas yang memadai dari pemerintah pusat sebagaimana yang telah diwujudkan dalam berbagai kebijakan.
”Tentu teman-teman tadi juga sudah bisik-bisik ke kita supaya tahun depan bisa lebih baik lagi, lebih meriah lagi karena ini kan bukan hajat pemerintah Kota Serang saja. Tapi ini kan dirayakan oleh seluruh dunia. Bahkan Pak Presiden juga kemarin memfasilitasi buruh dengan segala fasilitasnya yang luar biasa,” keluh dia.
Selain aspek penyelenggaraan kegiatan, pihaknya juga berharap agar kebijakan yang mengatur kesejahteraan pekerja senantiasa disesuaikan dengan kondisi yang berkembang.
Salah satu harapan utama adalah adanya penyesuaian besaran upah di tahun mendatang, mengingat kebutuhan hidup masyarakat yang terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Tidak hanya itu, berbagai bentuk tunjangan yang selama ini diterima, seperti tunjangan transportasi, uang makan, dan tunjangan pendukung lainnya, juga diharapkan dapat ditingkatkan nilainya.
”Yang pasti semua terkait dengan regulasi pemerintah pusat, tahun depan upah bisa naik lagi karena kebutuhan juga semakin naik, tunjangan-tunjangan yang lain bisa ditingkatkan lagi. Tunjangan kan banyak, ada transport, uang makan dan sebagainya,” ucap Teguh.
Teguh juga menyampaikan inisiatif baru yang diajukan oleh aliansi serikat pekerja kepada Pemkot Serang, yaitu permohonan dukungan untuk memudahkan akses permodalan bagi keluarga pekerja.
Usulan tersebut berisi permohonan agar Pemkot Serang dapat memberikan rekomendasi kepada Bank Banten untuk menyediakan fasilitas pinjaman lunak dengan nilai sebesar Rp1 juta per orang.
Dana tersebut rencananya akan digunakan sebagai modal usaha bagi anggota keluarga pekerja, misalnya untuk mengembangkan usaha kuliner dan usaha kecil lainnya.
”Misalnya jual nasi uduk, jual gorengan. Tentu si pekerja dan keluarganya itu sarapannya sudah lepas dari keuntungan jual nasi uduk. Kalau pak wali kemarin merespon baik dan akan segera berkomunikasi dengan Bank Banten. Bagaimana teknisnya itu kewenangan Bank Banten dan kita ikuti permainannya aja,” papar dia.
Teguh menyebutkan besaran upah yang berlaku di wilayah Kota Serang saat ini berada di kisaran Rp4 juta lebih, meskipun ia tidak dapat menyebutkan angka pastinya.
Besaran tersebut dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan usulan yang telah disampaikan oleh pihak serikat pekerja. Dalam proses penetapannya, usulan nilai yang diajukan ternyata mengalami penyesuaian dan ditetapkan dengan angka yang lebih rendah melalui keputusan yang disampaikan oleh Gubernur Banten yang diteruskan melalui Pemerintah Kota Serang.
”Ya kemarin kan sudah kita usulkan dengan nilai tertinggi tetapi ternyata Pak Gubernur melalui Pak Wali, SK nya turun dan sedikit angkanya dari yang kita usulkan. Harapan kita ke depan bisa mengikuti presentase tahun kemarin 6,2 kalau gak salah ya,” tandasnya. (Red/ Roy)







