Home / Daerah / Pendidikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WIB

Wayang Nganjor Tampilkan Drama Musikal Sejarah Banten di Pandeglang

Ilustrasi pementasan drama musikal bersejarah yang akan diselenggarakan 20 Juni 2026 mendatang, menampilkan para pemain mengenakan kostum tradisional dan latar panggung yang megah l Dok. Istimewa

Ilustrasi pementasan drama musikal bersejarah yang akan diselenggarakan 20 Juni 2026 mendatang, menampilkan para pemain mengenakan kostum tradisional dan latar panggung yang megah l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Wayang Nganjor Indonesia kembali mengukuhkan eksistensinya di Kabupaten Pandeglang melalui pementasan drama musikal bertajuk ‘Di Ujung Pena, di Ujung Darah’. Pertunjukan ini diselenggarakan pada 20 Juni 2026 di GOR Cikupa, dengan tujuan tidak hanya menghibur tetapi juga memperkenalkan kembali sejarah kebantenan kepada masyarakat, sekaligus memelihara dunia seni tradisional.

Karya panggung ini mengangkat lakon yang diambil dari manuskrip Babad Banten, namun disajikan dalam bentuk seni kontemporer yang menggabungkan unsur opera, simbolisme, dan dramatika panggung yang kuat. Naskah ini tidak berfokus pada interpretasi sejarah baku, melainkan sebagai karya kreatif yang mengalihkan cerita dari teks manuskrip menjadi pengalaman seni yang menarik dan relevan dengan zaman sekarang.

Salah satu inisiator pementasan Tirta Nugraha Pratama menyatakan, acara ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah dan budaya Banten. “Alur ceritanya berpusat pada dinamika di Kesultanan Surosowan yang makmur dan kaya akan hasil bumi, tetapi adanya konflik internal yang dimanfaatkan kelicikan VOC,” ujarnya kepada wartawan pada Kamis, 4 Juni 2026. Ia menambahkan, cerita ini mengangkat perjuangan dan konflik yang pernah terjadi di masa lalu, yang relevan untuk dipahami generasi kini.

Baca Juga :  Pemetaan Sampah dan Titik Darurat, Komunitas Peduli Sungai Banten Arungi Kembali Kali Cibanten

Tirta menjelaskan, cerita ini berfokus pada tokoh Sultan Abdul Fatah, pemimpin yang dikenal sangat adil dan bijaksana. Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Banten mengalami kemakmuran pesat, terutama dari perdagangan rempah-rempah di pelabuhan Banten. Sayangnya, kemakmuran ini menyebabkan munculnya konflik internal dan perebutan kekuasaan antara Sultan Abdul Fatah dan putra mahkotanya, Sultan Haji. Konflik keluarga ini kemudian dimanfaatkan oleh VOC, yang datang dengan kedok kerja sama dagang, untuk mengadu domba dan merampas hak rakyat Banten.

Pementasan yang disutradarai Parwa Rahayu ini merupakan upaya menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga persatuan dan memahami sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Uniknya, drama musikal ini mengusung konsep alur cerita berbingkai yang dituturkan dari sudut pandang Ka Jali, tokoh pelestari seni Wayang Garing. Dalam dialog interaktifnya dengan seorang pengusaha peduli budaya, Ka Jali menceritakan kisah sejarah Banten sembari berjualan kopi dan wedang rempah keliling, sehingga menambah kehangatan dan keaslian narasi yang disampaikan. Pendekatan ini dinilai mampu menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai luhur dari manuskrip Babad Banten dengan cara yang menarik dan relevan.

Baca Juga :  Penyesuaian Tarif Tol Tangerang-Merak Akan Berlaku Tanggal 3 Januari 2023

Tirta berharap, masyarakat khususnya di Pandeglang dapat turut serta menyaksikan pertunjukan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal sekaligus sarana edukasi sejarah yang menyenangkan. Ia menegaskan, “Saya berharap masyarakat ikut menyaksikan, selain kembali mengingatkan sejarah juga agar kesenian hidup di Pandeglang.”

Pementasan ini diharapkan mampu menjadi momentum pengembangan seni budaya tradisional di tengah era modern, serta memperkuat identitas dan jati diri bangsa melalui karya seni yang inspiratif dan mendidik. (Red/Guntur)

Share :

Baca Juga

Daerah

Isi Kekosongan Jabatan, BKPSDM Kota Serang Lantik 7 Pejabat Baru

Daerah

Kecelakaan Akibat Jalan Rusak Meningkat, Bupati Tangerang Larang Truk Tambang Melintas

Daerah

Kades dan ASN Berpotensi Tak Netral, Bawaslu Kabupaten Serang Belum Kantongi Juknis PSU

Daerah

Harga LPG Non-Subsidi di Tangsel Naik Drastis, Penjualan Diprediksi Menurun

Daerah

IRT Bekali Pelajar Cilegon dengan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif

Daerah

Tingkatkan Prestasi Atlet, Pemprov Banten Gelar PEPARPEDA VIII Tahun 2024 di Kota Tangerang

Daerah

Ketua KONI Kota Serang Edy Irianto Resmikan Rumah Biliar Golden Break

Daerah

Gubernur Banten Ingatkan Pengusaha Properti Agar Peduli Lingkungan