BagusNews.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggelar workshop artificial intelligence (AI) empowerment for government pada Senin, 15 Juni 2026 untuk memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi tantangan kecerdasan buatan atau AI.
Kegiatan yang digelar di ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel ini dihadiri oleh puluhan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, dan puskesmas di lingkungan Pemkot Tangsel.
Tujuan utama dari workshop yang menghadirkan pakar teknologi informasi Indonesia, Prof. Onno W. Purbo ini, yaitu untuk mempersiapkan ASN agar mampu memanfaatkan AI secara efektif dan bertanggung jawab guna meningkatkan pelayanan publik dan kinerja pemerintahan.
Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan, perkembangan teknologi saat ini menuntut pemerintah untuk beradaptasi lebih cepat agar mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif.
“Sekarang dunia sudah berubah, teknologi juga berkembang sangat cepat. Jadi, kita yang juga harus berubah dan menyesuaikan diri. Maka dari itu, saya minta seluruh ASN dari semua OPD bisa memahami dan memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara tepat,” katanya saat memberikan sambutan.
Benyamin menambahkan, AI bukan sekadar tren teknologi, melainkan alat yang dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas layanan, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin menekankan perlunya penggunaan AI secara bijak dan sesuai regulasi. Ia mengingatkan agar ASN memahami batasan dan aturan dalam memanfaatkan teknologi ini, termasuk perlindungan data, keterbukaan informasi, dan regulasi transaksi elektronik.
“Teman-teman harus tahu mana yang bisa digunakan dan mana yang tidak boleh. Jangan sampai penggunaan AI justru menimbulkan persoalan hukum atau pelanggaran aturan. AI atau kecerdasan buatan ini bisa bermanfaat, tetapi juga dapat berdampak negatif jika digunakan melampaui batas. Harap diingat itu,” ujarnya.
Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan ini berlangsung secara outcome-based, di mana peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam mengolah data dan dokumen menggunakan AI. Peserta diminta membawa laptop, data, dokumen, dan regulasi terkait instansinya untuk diproses dan dihasilkan rekomendasi kebijakan berbasis AI yang dapat disampaikan langsung kepada Wali Kota.
Kepala Diskominfo Tangsel Tb. Asep Nurdin menyatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun budaya kerja pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Pak Wali ingin teknologi digital tidak hanya digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga membantu pekerjaan internal pemerintahan agar lebih cepat, efektif, dan produktif,” ungkap Asep.
Ia menambahkan, kemampuan menguasai AI kini menjadi kebutuhan penting bagi ASN, karena teknologi ini dapat membantu menghemat waktu dalam pekerjaan administratif dan memungkinkan ASN lebih fokus pada pengambilan keputusan dan pelayanan masyarakat.
Namun, Asep juga mengingatkan, penggunaan AI harus dilakukan secara kritis dan bertanggung jawab. ASN harus tetap melakukan verifikasi terhadap data dan hasil yang diberikan teknologi ini, karena AI adalah alat bantu yang hasilnya sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki.
“Teknologi ini adalah alat bantu. Semakin baik data yang dimiliki, semakin baik pula hasil yang diberikan. Yang paling penting, kemampuan berpikir dan analisis ASN tetap menjadi prioritas,” katanya.
Prof. Onno W. Purbo dalam presentasinya mengajak ASN memahami, AI dapat meningkatkan produktivitas kerja jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang mempercepat proses penyusunan dokumen, analisis data, dan rekomendasi kebijakan.
“AI adalah alat bantu yang dapat mempercepat proses kerja, tetapi tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan data yang baik agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. (Red/Dwi)







