Home / Daerah

Sabtu, 6 Mei 2023 - 17:23 WIB

TP PKK Banten Harap Lokakarya Penangan Stunting Terpadu Menjadi Wadah Pembelajaran Bagi Kader

BagusNews.Co – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Banten mendukung kegiatan lokakarya penanganan stunting terpadu yang gelar oleh Pemerintah Provinsi Banten bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk merumuskan penanganan dan pencegahan stunting di Provinsi Banten.

Dikatakannya, pihaknya juga telah bekerjasama dengan FKUI dalam pengembangan aplikasi dasawisma yang menjadi alat pelaporan realtime oleh kader-kader TP PKK.

“Kegiatan ini kolaborasi dengan FKUI dalam rangka Dies Natalis ke 73. Mulai dari pengembangan aplikasi Dasawisma yang akan menjadi alat pelaporan realtime oleh para kader-kader TP PKK dan bisa langsung diintervensi oleh pemangku kebijakan,” ungkap Tine Al Muktabar usai menghadiri pembukaan Lokakarya Penanganan Stunting Terpadu dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten yang digelar secara langsung dan virtual di Gedung Negara Provinsi Banten Jln K.H Syam’un No 5, Kota Serang, Sabtu (6/5/2023).

Kegiatan Lokakarya ini diikuti lebih dari 700 peserta dari berbagai kalangan seperti Bidan, tenaga pengelola gizi, dokter umum, dokter spesialis anak, Kader TP PKK dan Kader Posyandu Se Provinsi Banten.

Dalam kegiatan lokakarya penanganan stunting terpadu itu mencakup beberapa rangkaian, diantaranya penyampaiam materi kode etik kedokteran, dampak stunting pada tumbuh kembang anak, deteksi dini dan sistem rujukan, praktik pemberian makan bayi dan anak, serta simulasi penatalaksanaan kasus.

Baca Juga :  45 Calon Anggota Bawaslu Banten Bersaing Ketat untuk Lolos 16 Besar

Tine juga berharap dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mengenai deteksi dan tatalaksana penanganan stunting secara terpadu, mulai dari tingkat rumah tangga, keluarga, Posyandu, Puskesmas hingga Rumah Sakit.

Ditegaskan Tine, pentingnya sinergitas antara kader posyandu dan kader TP PKK sehingga melalui lokakarya dan implementasi aplikasi dasawisma ini dapat menemukan serta mendeteksi secara dini angka kejadian stunting.

“Pada aplikasi dasawisma ini dimana ada data-data tinggi badan dan berat badan, yang tentunya harus ada sinergi antara kader TP PKK dan kader Posyandu dalam kebutuhan data-data tersebut untuk masuk kedalam aplikasi dasawisma,” katanya.

“Mudah-mudahan dari pelatihan ini para kader posyandu dan kader TP PKK Provinsi Banten bisa menemukan dan mendeteksi dini angka kejadian stunting sehingga itu akan mempercepat penanganan dan pencegahan stunting di Provinsi Banten,” sambungnya.

Koordinator Panitia Dies Natalis ke-73 FKUI Bidang Pengabdian Masyarakat, Jaya Ariheryanto Effendi, menyampaikan, melalui program bakti sosial ini, Ikatan Alumni FKUI 1998 berharap dapat ikut berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting nasional yang ditargetkan Pemerintah dapat mencapai 14% pada tahun 2024 khususnya di Provinsi Banten,

Baca Juga :  Babak Kualifikasi PON XXI, Tim Hoki Putra Banten Kalahkan Kalimantan Timur 5-1

Selanjutnya, ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan kesempatan bagi para ILUNI FKUI 1998 menyatukan berbagai disiplin ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat untuk berkarya bersama dalam pengabdian masyarakat dan memberdayakan masyarakat dalam menangani masalah stunting secara terpadu, juga dapat menguatkan kapasitas layanan kesehatan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Sementara, Ketua Panitia Dies Natalis FKUI Wismandari menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh ILUNI FKUI 1998, sehingga diharapkan dapat memberikan peran kepada masyarakat.

“Kita pilih stunting, karena kita melihat masalah stunting masih cukup besar di Indonesia. Sehingga dibutuhkannya kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Dirinya juga berharap kegiatan dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting tersebut dapat berkesinambungan dan berkelanjutan.

“Sehingga bisa menekan angka stunting sampai serendah mungkin, itu tujuan kami,” tandasnya.

Sebagai informasi, Lokakarya dan Pelatihan Penanganan Stunting Terpadu tersebut dilanjutkan dengan serangkain kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil.

Serta edukasi pemberian makan bayi dan anak bagi para pengasuh bayi dan anak. Kegiatan akan diselenggarakan di salah satu daerah lokus stunting yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Banten.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Syafrudin Diskusi Bareng Pengurus Muhammadiyah Soal Pendidikan dan Kesehatan di Kota Serang

Daerah

Duka Mendalam! Balita Pasien BPJS yang Diduga Ditolak RS Hermina Meninggal Dunia

Daerah

Dukung 6% pertumbuhan ekonomi, PLN Banten tambah 50 MVA Daya Pelanggan Tegangan Tinggi di Provinsi Banten

Daerah

Taruna Wirausaha Jadi Program Unggulan Karang Taruna Provinsi Banten

Daerah

Pj Gubernur Al Muktabar Minta Bidan di Provinsi Banten Lakukan Dua Hal Ini

Daerah

Belasan Ribu Warga Kota Serang Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan

Daerah

Pengelolaan Sampah Buruk, Pemkot Serang Ditegur KLHK

Daerah

Selama 10 Hari, Nilai Transaksi Pada Kegiatan Banten Automotive Exhibition 2022 di MoS Mencapai Rp 215,8 Miliar