BagusNews.Co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam kurun satu bulan terakhir ada tiga jenis komoditi yang berpengaruh cukup besar dalam kenaikan angka inflasi, pertama Cabai Merah, Cabai Rawit dan Gula Pasir. Bahkan untuk cabai rawit kenaikannya sampai Rp20.000 dari HET dalam satu bulan terakhir.
Selain itu, BPS juga menuturkan kenaikan cabai merah itu terjadi di 351 Kabupaten dan Kota, sedangkan untuk cabai rawit terjadi di 321 Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia. Kenaikan itu mempengaruhi andil yang cukup besar dalam kenaikan IPH.
Kenaikam tersebut juga selain dari pasokan yang kurang, kelancaran distribusi ke daerah juga menjadi pemicu kenaikan itu terjadi cukup tajam.
Sedangkan, untuk di Provinsi Banten sendiri, berdasarkan catatan BPS kenaikan tiga komoditi baik itu Cabai Merah, Cabai Rawit dan Gula Pasir hanya terjadi di Serang dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 4,60 persen dengan jenis komoditi Cabai Merah dan Cabai Rawit.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babar Suharso menyampaikan, mahalnya harga cabai di pasaran dikarenakan pasokannya yang kurang yang disebabkan oleh stok di tingkat distributornya minim, lantaran mengalami gagal panen.
“Kita kan mengalami kekeringan yang cukup panjang, sehingga banyak para petani yang mengalami gagal panen,” ujar Babar, ditulis Selasa 14 November 2023.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata Babar, pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna menekan tingginya harga cabai, salah satunya dengan melakukan Operasi Pasar (OP) yang sudah dilakukan di beberapa pasar tradisional.
“Infonya di bulan ini sudah ada panen raya untuk Cabai. Mudah-mudahan bisa segera kembali normal harganya,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan untuk bulan November ini terdapat sejumlah daerah yang melakukan panen raya cabai, setidaknya terdapat sekitar 467,52 kuintal cabai yang siap diguyur ke sejumlah pasar untuk menstabilkan harga yang belakangan mengalami kenaikan.
“Ada sekitar 11,80 hektar cabai yang siap panen di bulan ini, yang paling banyak ada di Kabupaten Pandeglang dengan lausan mencapai 4,70 hektar, kemudian Kabupaten Lebak 3 hektar kemudian Kabupaten Tangerang 2,50 hektar,” ujarnya.
Selain memastikan stok cabai merah yang aman, kata Agus, pihaknya juga memastikan stok bawang merah terpenuhi dengan baik. Pada bulan ini ada sekitar 27,60 hektar bawang yang siap panen dari total tanam seluas 32,02 hektar dengan asumsi hasil panen sebanyak 2.179,52 kuintal.
“Itu kita dorong dari mulai APBN, Demplot APBD dan swadaya masyrakat,” pungkasnya.(Red/Dede)







