BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mengaku masih kekurangan peralatan pertolongan (rescue) untuk penanganan kebencanaan di wilayah Kota Serang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, peralatan yang di gunakan oleh pihaknya saat inj masih menggunakan peralatan lama, yang sudah berusia tujuh tahun.
“Memang kalau peralatan dan kendaraan yang paling muda itu mungkin di BPBD tahun 2016, dan usia nya juga sudah tujuh tahun. Dan kita sangat butuh peralatan rescue, peralatan untuk menolong orang tenggelam. Misalnya tangga, dan masih banyak lagi peralatan untuk menunjang kinerja kita di lapangan,” katanya, Kamis, 11 Januari 2024.
Diat menuturkan, Wilayah Kota Serang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Banten yang rentan terjadi bencana alam. Maka, perlu ada peralatan yang lengkap untuk menunjang penanganan bencana.
“Saya ingin kerja optimal saja gitu, terus semua aspek tertangani jadi ketika rescue kita sudah punya body safety dan ditunjang oleh sarana lain di luar itu seperti krane dan alat selam, mungkin setidaknya itu bisa menjadi alat kerja yang efektif,” ujarnya.
Menurut Diat, banyak keluhan warga yang telah masuk ke BPBD meskipun itu bukan tupoksinya. Seperti halnya menangani ular piton, membersihkan sarang tawon. Padahal, BPBD masih belum memiliki peralatan yang safety untuk menangani hal tersebut.
“Tapi karena itu keluhan warga kita, ya mau tidak mau kita laksanakan. Karena bagian dari tugas kemanusiaan, cuman risikonya kita tidak punya alat dan itu berbahaya,” ucapnya.
“Bahkan pernah ada anggota BPBD yang sampe tersengat tawon ketika menangani pake helm motor saja,” tambahnya.
Diat juga mengaku sudah melaporkan kondisi yang di alami oleh BPBD Kota Serang kepada Penjabat (Pj) Walikota Serang, baik kekurangan alat maupun anggaran yang di butuhkan.
“Kami sudah ajukan anggarannya dan kita juga sudah sampaikan ke Pj Walikota mengenai keluhan yang kami rasakan. Mudah-mudahan itu bisa terlaksana dan dapat di setujui,” tuturnya.
Senada dengan anggota BPBD Kota Serang Saprudin menyampaikan, kegiatan BPBD saat menangani bencana sangat rentan, jika tidak ditunjang dengan peralatan yang memadai.
“Sebetulnya kekurangan peralatan juga bukan jadi hambatan buat kita untuk bekerja, tapi kita bicara soal epesiensi
ke amanan dan keselamatan saat di lapangan. Apalagi soal kemanusiaan,” pungkasnya.(Red/Misbah)







