Home / Daerah

Senin, 5 Juni 2023 - 13:09 WIB

Dinsos Kota Serang Kewalahan Atasi Anjal dan Gepeng, Toyalis : Sudah Dibina Tetap Ingin Minta-minta

BagusNews.Co – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang Toyalis mengaku kewalahan mengatasi anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Serang.

Menurut Toyalis, berbagai upaya pembinaan telah dilakukan namun tetap saja para anak jalanan, gelandangan dan pengemis kembali ke jalanan untuk mengais rezeki.

“Sebelumnya kita sudah pernah melakukan asesmen terhadap anjal maupun gepeng di Kota Serang, bahkan sudah diberikan surat teguran untuk tidak meminta-minta lagi di jalan, akan tetapi mereka malah kembali lagi ke jalan,” kata Kepala Dinsos Kota Serang Toyalis saat di temui di Kantor Walikota Serang, Senin, 5 Juni 2023.

Toyalis menjelaskan, untuk tempat pembinaan dan penampungan bagi anjal maupun gepeng, Pemkot Serang sudah menyediakannya. Namun untuk program pendampingan khusus bagi penanganan anjal maupun gepeng di Kota Serang, baik sarana penunjang, maupun fasilitas yang di miliki masih belum sesuai.

Baca Juga :  Ekonomi Digital Tumbuh, Penjualan Listrik PLN Semester I Capai 137,12 TWh

“Ya kalau tempat memang sudah ada, tapi kalau mereka suruh tidur doang ya ngapain. Mereka juga kan harus di kasih makan, juga sarana penujang lainya. Karena mereka bukan hewan yang gampang untuk diurusin.Terkecuali yayasan yang punya Kemensos mereka ada anggarannya, ada anggaran untuk pelatihannya, sedang di Kota Serang gak ada anggarannya,” paparnya

Masih dikatakan Toyalis, Dinsos Kota Serang pernah mengirimkan anjal dan gepeng ke salah satu Yayasan milik Kementerian Sosial (Kemensos), akan tetapi mereka malah kabur dengan alasan tidak betah.

“Ya mau gimana lagi, memang kayaknya watak mereka inginnya minta-minta, tidak mau berubah,” tuturnya.

Baca Juga :  Ngeri, BNN Temukan Laboratorium Narkotika di Kota Serang

Toyalis menambahkan, Dinsos memang belum pernah memberikan teguran secara langsung ke pihak keluarga para anjal dan gepeng.

“Mereka kan punya keluarga, kalau gak punya keluarga mereka saya kirim lagi ke Yayasan punya Kemensos, entah itu yang di Bogor maupun yang di Jakarta,” jelasnya.

Tak hanya itu menurut Toyalis, para anjal maupun gepeng yang ada di Kota Serang, sepenuhnya memang bukan asli warga Kota Serang. Sebagian besar berasal dari luar daerah seperti dari Kabupaten Serang maupun luar Banten.

“Kami berharap penanganan anjal dan gepeng di Kota Serang perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemprov Banten,” pungkasnya. (Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pekan Olahraga Provinsi Banten VI Tahun 2022 Berlangsung Sukses

Daerah

Aktif Melestarikan Bahasa Jawa Serang, Syafrudin Raih Penghargaan dari Kemendikbud

Daerah

Andra Soni: Kemajemukan dan Toleransi Merupakan Modal Sosial Pembangunan

Daerah

Refleksi 23 Tahun Provinsi Banten, Virgojanti Sebut Banten Penuh Potensi

Daerah

Tanggap Darurat! Ini Deretan Wilayah Penyumbang Sampah Terbesar di Tangerang Selatan

Daerah

Andra Soni Sambut Baik BIS Jadi Stadion Kandang Adhyaksa FC Banten

Daerah

DPRD Banten Dorong Disnakertrans Buka Posko Pengaduan THR Secara Online

Daerah

Warisan Abadi, Komisi II DPRD Kabupaten Serang Tekankan Pentingnya Pelestarian Batik