Home / Daerah / Pendidikan

Rabu, 30 November 2022 - 17:20 WIB

Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar

BagusNews.Co – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Tabrani menyebut, jumlah guru honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten berkurang menjadi 9.426.

Angka tersebut kata Tabrani mengalami penurunan dibandingkan dengan pada priode Januari 2022.

“Januari 2022 jumlahnya 10.312 orang. Dari Januari hingga September jumlah tersebut tidak permanen,” kata Tabrani pada Rabu, (30/11/2022).

Pengurangan jumlah itu merupakan hal yang terjadi, sebab dalam perjalanannya ada guru yang mengundurkan diri.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Triwulan Pertama Kota Serang Capai Rp41,5 Miliar

Kemudian ada juga yang diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tak hanya itu, ada juga yang sudah tak memiliki jam mengajar. Bahkan ada juga guru yang telah meninggal dunia.

“Sampai dengan posisi september 2022, ada perubahan surat perintah tugas (SPT). Karena perubahan SPT satu tahun 2 kali. Dari 10.312 orang, pada September 2022 tinggal 9.426 orang,” sebutnya.

Baca Juga :  Bupati Pandeglang Ajak Guru Kuasai Literasi Digital, Siapkan Generasi Emas 2045

Tabrani menegaskan, bahwa dari jumlah guru honorer SMA/SMK dan Skh Negeri kewenagan Pemprov Banten itu semuanya digaji.

“Tidak ada data orang yang tidak dibayarkan,” tegasnya.

Diketahui, para guru SMA/SMK dan Skh Negeri yang dibiayai APBD Banten itu mendapatkan gaji pokok dan honor jam mengajar. (ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Patung Pahlawan dan Monumen Perjuangan Masyarakat Banten di Alun-alun Kota Serang Akan Dibongkar

Daerah

Iringi Langkah “Si Rambut Putih”, Mak Ganjar Bersama Ratusan Emak-Emak Gelar Dzikir dan Doa Bersama

Daerah

150 Anak Pandeglang Meriahkan Lomba Mewarnai Kaligrafi

Daerah

Banjir Teluklada, Sawah Baru Tanam Ratusan Hektar Terendam

Daerah

Program TMMD Resmi Ditutup, Pangdam Siliwangi Apresiasi Pemkab Serang

Daerah

PLN Sukses Konversi 1.000 Kompor LPG ke Kompor Induksi

Daerah

Pustu Didominasi di Wilayah Walantaka, Pelayanan Kesehatan di Kota Serang Belum Merata

Daerah

Jelang Pemilu 2024, Dua Kelurahan di Kota Serang Terkendala Jaringan Internet