Home / Daerah

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 11:50 WIB

Tak Didukung Pemprov Banten, Pegawai Honorer Tetap Jadi Demo ke Jakarta

BagusNews.Co – Rencana aksi demonstrasi para pegawai honorer se- Banten ke Jakarta pada 7 Agustus mendatang, hanya mendapat dukungan dari Pemkab/Pemkot. Sedangkan Pemprov Banten justru menyarankan agar pegawai honorer tidak perlu melakukan unjukrasa.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Presidium Forum Honorer se-Provinsi Banten Achmad Herwandi, menyikapi adanya surat edaran Pj Sekda Banten nomor 800/2622- BKD/2023 awal Agustus lalu tentang pembinaan dan pendisiplinan tenaga non ASN di lingkungan Pemprov Banten.

“Aksi demonstrasi pegawai honorer se- Banten tetap akan dilaksanakan 7 Agustus ke Jakarta, meskipun para pegawai honorer di lingkungan Pemprov Banten mendapatkan dugaan intimidasi,” kata Herwandi akhir pekan ini.

Herwandi memastikan, ribuan pegawai honorer dari delapan kabupaten/kota dan Pemprov Banten tetap solid untuk memperjuangkan hak-haknya ke Jakarta, agar diangkat menjadi ASN.

“Aksi kami akan tetap berjalan, dan pegawai honorer di lingkungan Pemprov Banten akan tetap bergabung dengan honorer lainnya dari kabupaten/kota,” tegasnya.

Baca Juga :  Al Muktabar Ajak Masyarakat Tingkatkan Partisipasi Politik Dalam Pilkada Banten 2024

Herwandi mengaku semua persiapan aksi sudah siap 100 persen, pihaknya mengimbau kepada para massa aksi yang ikut terlibat, agar terus menjaga stabilitas keamanan dan kesehatan.

“Kami dari Presidium Forum Honorer se-Provinsi Banten yang merupakan gabungan dari Forum Honorer Provinsi Banten, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. menyerukan kepada seluruh tenaga Non ASN yang ada di wilayah Provinsi Banten untuk terlibat aksi massa pada tanggal 7 Agustus 2023. Serta mengimbau bagi yang akan mengikuti aksi agar tetap menjaga stabilitas keamanan, tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, dan senantiasa mematuhi aturan hukum yang berlaku dalam mengeluarkan pendapat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Forum Honorer Provinsi Banten Taufik Hidayat mengecam adanya dugaan intimidasi terhadap pegawai honorer di lingkungan Pemprov Banten.

“Kami menerima banyak aduan dari pegawai honorer di lingkungan Pemprov Banten, yang dilarang mengikuti aksi 7 Agustus,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Konsolidasi Akbar Dapil Banten II, Annisa Desmond : Ini Membakar Semangat Kita Memenangkan Prabowo Subianto

Menurut Taufik, para pegawai honorer mau memperjuangkan haknya satu hari saja. Padahal loyalitas honorer selama ini untuk membantu pemerintah itu sudah sangat luar biasa.

“Kami hanya minta izin satu hari saja, tapi kayaknya enggak boleh gitu. Beda dengan kabupaten/kota yang justru Pandeglang, Kota Serang, Cilegon itu pada mendukung gitu untuk teman-teman honorer karena apa mereka sadar kabupaten/kota itu di daerah mereka tidak bisa apa-apa karena terikat dengan peraturan dari pusat,” tuturnya.

Bagi Taufik, apabila pemerintah daerah sudah tidak bisa memperjuangkan hak pegawai honorer, mestinya tidak melarang ketika pegawai honorer di Banten berjuang ke Jakarta.

“Ini kan kayak gini ngasih solusi enggak bisa, tapi ketika honorer ikhtiar berusaha mencari keadilan ke pemerintah pusat malah dilarang-larang gitu,” beber Taufik. (Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Cek Kesesuaian Takaran Minyakita, Diskoumperindag Kabupaten Serang Sidak di Pasar Ciruas

Daerah

Debit Banjir di Desa Teluklada Masih Alami Kenaikan

Daerah

Lampaui Target hingga 19 Ton, BUMDes Berkah Wali Panen Perdana Jagung Hibrida

Daerah

PSU Pilkada Kabupaten Serang, KPU Siap Laksanakan Instruksi MK

Daerah

Pelantikan 6.057 PPPK Paruh Waktu, Ini Kata BPKAD Kabupaten Serang

Daerah

Sosialisasi Saber Pungli, Inspektur Ingatkan OPD dan Pemdes di Lingkungan Pemkab Serang

Daerah

Pj Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar Bekerjasama Dengan Ombudsman RI Ciptakan Pelayanan Prima

Daerah

Pengusaha Gilingan Padi Kritisi HPP Gabah yang Ditetapkan Presiden