Limbah Kulit Singkong Jadi Edible Coating: Buah dan Sayur Lebih Awet!
Oleh : Dayana Fatimah Zahra
Buah dan sayur dikenal sebagai makanan yang memiliki sifat mudah rusak (perishable food). Kerusakan pada buah dan sayur bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting, terutama vitamin yang disebabkan karena bereaksi dengan oksigen di udara. Buah klimaterik dan non-kimaterik memiliki pola kerusakan yang sama akibat respirasi. Dalam mengurangi kerusakan, menjaga kualitas, maupun memperpanjang umur simpan buah dan sayur, diperlukan teknologi pascapanen yang tepat.
Saat ini, banyak bahan kimia sintetik digunakan untuk meningkatkan umur simpan buah, namun bahan ini dapat merusak lingkungan dan berdampak negarif terhadap kesehatan konsumen. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk menangani masalah ini adalah dengan mengaplikasikan pelapis edible coating pada buah dan sayur.
Edible coating merupakan lapisan tipis terbuat dari bahan yang dapat dimakan dan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Edible coating yang menempel pada permukaan makanan dapat menghalang gas terutama oksigen, kelembaban, dan pergerakan zat terlarut sehingga respirasi dapat diperlambat. Penerapannya dapat dilakukan dengan pencelupan (dipping), penyemprotan (spraying), atau penyikatan (brushing).
Bahan yang digunakan untuk edible coating berasal dari bahan yang mampu membentuk film seperti karagenan, pati, kitin, kitosan, alginat, pektin, dan lain-lain. Limbah kulit singkong dapat menjadi salah satu pilihan dalam pembuatan edible coating karena kandungan pati yang terdapat di dalamnya.
Kulit singkong merupakan limbah agroindustri pengolahan ketela pohon seperti industri tepung tapioka, industri fermentasi, dan industri pokok makanan. Limbah kulit singkong jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Karena produksi singkong setiap tahun semakin meningkat, maka limbah kulit singkong pun semakin banyak. Kulit singkong memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, serat, kalsium, magnesium, fosfor, kadar air, dan 44-59% pati.
Berdasarkan kandungan yang dimiliki, sangat disayangkan jika kulit singkong dibuang begitu saja. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible coating.
Beberapa keuntungan dari edible coating terhadap buah dan sayur, antara lain adalah: (1) dapat dimakan bersamaan dengan produk yang dikemas; (2) dapat memperbaiki sifat-sifat organoleptik makanan yang dikemas; (3) dapat di daur ulang; (4) dapat berfungsi sebagai suplemen gizi dan agensia anti mikrobia serta antioksidan; (5) dapat memperlambat migrasi uap air, lemak dan minyak, serta transfer gas; (6) dapat menahan komponen aroma yang mudah menguap; dan (7) dapat mempertahankan penampakan asli produk.
Dengan teknologi ini, limbah kulit singkong yang sebelumnya dianggap sebagai sisa bahan pangan yang tidak berguna kini diubah menjadi solusi berharga untuk industri pangan. Edible coating dari limbah kulit singkong ini telah terbukti efektif dalam menjaga kesegaran produk pangan, mengurangi pembusukan, dan memperpanjang masa simpan secara signifikan. Hal ini tidak hanya berpotensi mengurangi jumlah limbah pangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Alfian, A., Wahyuningtyas, D., & Sukmawati, P. D. 2020. Pembuatan Edible Film dari Pati Kuit Singkong Menggunakan Plasticizer Sorbitol dengan Asam Sitrat sebagai Crosslinking Agent (Variasi Penambahan Karagenan dan Penambahan Asam Sitrat). Jurnal Inovasi Proses, 5(2), 46-56.
Laga, S., Sutanto, S., Fatmawati, Halik. A., Alamsyah, A. C., & Sheyoputri. 2021. Penggunaan Edible Coating dalam Pengawetan Buah Kelengkeng Dimocarpus longan Lour. Jurnal Ilmiah Ecosystem, 21(2), 374-382.
Leonard, V. 2023. Karakteristik dan Aplikasi Edible Coating pada Buah dan Sayur. Zigma, 38(2), 120-132.
Refilda, Ngestu, R. H., Salim, E., & Yefrida. 2022. Teknik Edible Coating dengan Menggunakan Campuran Gel Lidah Buaya dan Ekstrak Daun Psidium guajava L. untuk Mempertahankan Sifat Fisikokimia Buah Jambu Biji. Jurnal Riset Kimia, 13(2), 163-177.
Serang, 20 Juni 2024
Penulis adalah Mahasiswi Prodi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa







