Home / Opini

Senin, 15 Desember 2025 - 19:30 WIB

Tanaman Herbal dan Industri Farmasi Modern

Tanaman Herbal dan Industri Farmasi Modern

Oleh: Devia Shafa Alisya

Dalam kehidupan sehari-hari, tanaman herbal sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Banyak keluarga sudah mengenalnya sejak kecil, baik dari resep turun-temurun maupun kebiasaan sederhana, yang diajarkan orang tua ketika tubuh merasa kurang nyaman.

Meskipun sekarang dunia kesehatan semakin modern, herbal masih punya tempat tersendiri. Banyak orang
memilihnya karena mudah ditemukan, cara pengolahannya sederhana, dan efeknya terasa lebih alami di tubuh.

Jahe Istimewa

Salah satu herbal yang paling akrab adalah jahe. Jahe sering dianggap “penyelamat cepat” ketika tubuh mulai terasa masuk angin, atau perut tidak enak. Sensasi pedas dan hangatnya membuat badan jadi lebih rileks.

Banyak orang menyeduh jahe dengan air panas, lalu
menambah sedikit madu untuk menambah rasa. Selain membantu pencernaan, jahe juga sering dipakai untuk meredakan mual dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca Juga :  KIM Berpotensi Lanjut Pada Pilkada Banten, Airin Daftar Bakal Calon Gubernur di DPD Demokrat

Tidak heran kalau jahe selalu jadi pilihan pertama saat cuaca sedang dingin atau hujan berhari-hari.

Kunyit Segar

Selain jahe, kunyit juga tidak kalah populer. Warnanya yang kuning cerah sering membuat masakan terlihat lebih segar, tapi manfaatnya jauh lebih dari itu.

Kurkumin yang terkandung di dalam kunyit dikenal membantu mengurangi peradangan. Beberapa orang membuat ramuan kunyit hangat ketika merasa sendi-sendi kaku atau tubuh pegal setelah bekerja.

Ada juga yang mencampurnya dengan susu, agar rasanya lebih lembut. Meskipun tidak semua orang suka dengan aromanya, kunyit tetap menjadi salah satu tanaman herbal yang banyak dicari karena manfaatnya terasa cukup cepat.

Dari jahe dan kunyit ini diperoleh fakta bahwa tanaman herbal tetap menjadi pilihan, karena dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Dituduh Mencuri Uang Rp50 Ribu di RS Kartini, Mahasiswi Poltekkes Banten Lapor Polisi

Harganya terjangkau, mudah dicari di pasar, dan cara
mengolahnya pun tidak rumit. Setiap tanaman punya karakteristik dan manfaatnya masingmasing, sehingga orang bisa memilih sesuai kebutuhan.

Meskipun herbal bukan pengganti pengobatan medis, banyak orang merasa lebih nyaman memulainya sebagai langkah awal sebelum menggunakan obat kimia.

Hal yang membuat herbal menarik adalah cara masyarakat memakainya yang sangat bervariasi. Ada yang direbus, ditumbuk, diseduh, bahkan dicampur ke makanan.

Semuanya kembali ke kebiasaan dan selera masing-masing. Tanpa disadari, keberadaan tanaman herbal
ini membantu banyak orang merawat tubuh dengan cara yang alami dan ringan.

Di tengah gaya hidup modern, herbal tetap menjadi pengingat bahwa kesehatan bisa dijaga dari bahan
sederhana yang tumbuh di pekarangan rumah.

Kota Cilegon, 14 Desember 2025

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Untirta

Share :

Baca Juga

Opini

Ratu Tatu Chasanah: Tak Lekang oleh Waktu

Opini

Penipuan Proyek Laptop Bukan Tanggungjawab Pemprov Banten

Opini

Bullying, Cyberbullying dan Ragging

Opini

Tantangan AI terhadap Dunia Kerja di Indonesia

Opini

Dua Wajah Pancasila

Opini

Menggelorakan Kemerdekaan Palestina

Opini

Hilirisasi Pertanian dan Komitmen Gibran

Opini

Cantik Itu Luka atau Laki-laki Itu Keji?