BagusNews.Co – Keluarga Bilal, bocah berusia enam tahun yang tenggelam di Sungai Ciujung, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, saat ini tengah diliputi harapan dan kesedihan.
Dalam wawancara dengan Surya Sunasir, kerabat korban, terungkap bahwa Bilal merupakan anak yang ceria dan sering bermain di bantaran sungai.
“Mungkin anak kecil ya, belum tahu situasi dan kondisi ini sangat bahaya, jadi begitu datang lepas baju langsung terjun,” ungkap Surya mengenai kebiasaan Bilal dan teman-temannya, Sabtu 21 Desember 2024.
Bilal, yang diketahui tidak dapat berenang, bersama sekitar empat temannya sering menghabiskan waktu di pinggir kali.
Keluarga baru mengetahui kejadian nahas tersebut setelah teman-teman Bilal berusaha menolongnya dan berlari ke kampung untuk memberitahukan orang tua korban.
“Ini kelelep, Bilal kelelep,” teriaknya, yang membuat semua orang panik.
Surya menambahkan, harapan keluarga saat ini adalah agar Bilal segera ditemukan.
“Mudah-mudahan ketemu secepatnya ya, baik kondisinya seperti apapun, ya mudah-mudahan selamat.”
Keinginan untuk segera menemukan Bilal sangat kuat, terutama mengingat lamanya waktu yang telah berlalu sejak kejadian.
Ia menceritakan, Bilal merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan baru duduk di kelas 1 SD Teras 2.
“Kakaknya sudah SMA kelas satu,” jelas Surya.
Hingga saat ini, keluarga belum menyiapkan pemakaman karena masih berharap akan adanya keajaiban.
“Insyaallah mudah-mudahan itu yang diharapkan. Yang mudah-mudahan ketemuan secepatnya,” tutup Surya.
Sementara itu, pencarian Bilal yang tenggelam telah memasuki hari kedua pada Sabtu, 21 Desember 2024.
Tim SAR gabungan termasuk Basarnas, TNI-Polri, BPBD Kabupaten Serang, dan Tagana Banten, bersama warga setempat, terus berupaya menemukan Bilal.
Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Ciujung menggunakan perahu karet dan drone, serta penyisiran di darat oleh puluhan personel.
“Jadi tadi kami menaikkan air terlebih dahulu menggunakan manuver supaya korban muncul di permukaan sampai ke Jembatan Asa kurang lebih 5 KM, namun masih nihil,” ungkap Fauzan Azkia, Rescuer Basarnas Banten.
Upaya pencarian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan kabar baik kepada keluarga yang tengah menanti dengan penuh harapan.
Dengan situasi yang semakin mendesak, harapan keluarga dan tim pencari tetap menyala, walau waktu terus berlalu.
Pencarian ini bukan hanya untuk menemukan Bilal, tetapi juga untuk memberikan kelegaan bagi keluarga yang terus berdoa. (Red/Dwi)







