BagusNews.Co – Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengecek ketersedian stok beras di Gudang Bulog Umbul Tengah, Kota Serang. Hal itu dilakukan untuk memastikan stok beras aman selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2025.
Dalam pengecekan tersebut, terlihat stok beras sisa impor tahun lalu. Dan terdapat stok beras SPHP yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas di masyarakat.
“Stok pangan kita dan stabilitas harga kita dapat terjaga, jadi tadi disampaikan Bulog ini menyerap (beras dan gabah, red) dari lokal. Kalau yang ini stok import lama, karena sudah tidak ada kebijakan impor,” ungkap Andra Soni pada Rabu, 12 Maret 2025.
Selanjutnya, Andra Soni juga menekankan kepada Bulog untuk dapat menyerap gabah dan beras lokal atau hasil panen para petani di Provinsi Banten.
“Gudang ini juga menyerap dari petani Banten ada sekitar 100 ton dan terus berjalan,” katanya.
Terlebih, kata Andra Soni, saat ini hasil panen para petani di Provinsi Banten cukup berlimpah. Sehingga diharapkan hal itu dapat direspon dengan cepat dan baik oleh Bulog dalam rangka memastikan ketersedian beras.
“Jadi kita maksimalkan hasil panen masyarakat, dan itu juga dibeli sudah sesuai Rp6.500 untun gabah dan Rp12.000 untuk beras oleh Bulog,” pungkasnya.(Red/Dede)
Selain itu, Andra Soni menyampaikan saat ini Pemprov Banten masih memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 400 ton beras.
“Pemprov Banten untuk stok beras itu ada 443 ton,” pungkasnya.(Red/Dede)







