Home / Daerah

Senin, 28 April 2025 - 18:52 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Serang Andalkan Kader Posyandu

Pelaksanaan program penguatan pelaksanaan tumbuh kembang bagi para kader Posyandu dan Taman Pemulihan Gizi (TPG), yang berlangsung di Aula Tb Suwandi l Dok. Istimewa

Pelaksanaan program penguatan pelaksanaan tumbuh kembang bagi para kader Posyandu dan Taman Pemulihan Gizi (TPG), yang berlangsung di Aula Tb Suwandi l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melaksanakan langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB).

Salah satu inisiatif yang diambil adalah menyelenggarakan program penguatan pelaksanaan tumbuh kembang bagi para kader Posyandu dan Taman Pemulihan Gizi (TPG), yang berlangsung di Aula Tb Suwandi.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kabupaten Serang Enik Ukmawati menjelaskan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dan TPG di puskesmas.

Adapun jumlah peserta yang diundang berasal dari 31 Puskesmas, dengan masing-masing puskesmas mengirimkan tiga kader.

“Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas, kemampuan, dan pengetahuan para kader terkait dengan tumbuh kembang,” ujarnya di sela-sela kegiatan pada Senin, 28 April 2025.

Baca Juga :  Pekan Terakhir Menjabat Pj Gubernur Banten, Ini Kata A Damenta

Materi pertama yang dibahas dalam acara ini berfokus pada makanan pendamping air susu ibu (MPASI), yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Serang menjelang Indonesia Emas 2045.

“Jadi, harapannya tidak ada lagi nanti penambahan stunting, kemudian juga AKI dan AKB juga bisa kita turunkan, dimulai dari menyelesaikan permasalahan gizi yang ada di masyarakat,” ungkap Enik.

Dengan menggandeng kader posyandu dan petugas TPG, Enik menekankan pentingnya untuk mempersiapkan generasi yang unggul karena kesehatan anak dimulai dari gizi yang baik.

Meskipun telah ada penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Serang dari 24,09 persen pada 2018 menjadi 3,35 persen pada 2024, masalah gizi buruk dan berat badan kurang tetap menjadi perhatian serius.

Baca Juga :  Pengembangan Tahura, Tahun Ini DLHK Banten Bangun Akses Jalan dan Kawasan Pasanggrahan

“Dengan tata kelola dari gizi peran dari kader posyandu juga TPG ini harapannya untuk permasalahan gizi ini bisa dihilangkan, bisa diintervensi. Harapannya, tidak ada stunting lagi, tidak ada gizi buruk, tidak ada kematian ibu dan bayi,” ungkap Enik.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting di Kabupaten Serang mengalami penurunan yang signifikan.

Berdasarkan data e-PPGBM, angka tersebut berkurang drastis dari 24,09 persen pada 2018 hingga 3,35 persen di 2024.

Di sisi lain, angka kematian ibu di Kabupaten Serang juga menunjukkan perbaikan. Data Dinkes menunjukkan bahwa pada tahun 2022, jumlah kematian ibu pasca persalinan mencapai 54 kasus, tetapi menurun menjadi 21 kasus pada tahun 2024. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

DPRD Pandeglang Awasi Kinerja Satgas PAD

Daerah

Andra Soni Imbau Warga Gunakan Hak Pilih Pada PSU Pilkada Kabupaten Serang Tahun 2024

Daerah

Dekranasda Banten Bersama Kemendikbudristek Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Baduy

Daerah

Terkait Persoalan Sekolah, Forum RW Pasar Kemis Datangi Kantor Gubernur Banten

Daerah

Walikota Serang Monitoring Pembayaran THR ke RS Sari Asih, Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi

Daerah

Kendalikan Harga di Pasaran, Pemkot Serang Akan Bangun Warung Inflasi

Daerah

FORDISKA LIBAS Tuding Ada Anggota Parpol Dilantik Jadi Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota

Daerah

Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja, Bupati Serang Luncurkan Buku RTK Makro