Bagusnews.Co – Potret kemiskinan masih jadi warna di Kabupaten Pandeglang, himpitan ekonomi jadi penyebab sepasang suami-istri di Kampunh Cicadas, Kecamatan Pandeglang, menempati sepetak rumah tidak layak huni.
Suma seorang pekerja serabutan dan Sumiati yang hanya seorang ibu rumah tangga pasrah menghadapi kondisi rumahnya yang rusak. Penghasilan yang didapat Suma hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari sehingga tidak berdaya untuk memperbaiki rumahnya.
“Apa aja pak dikerjain, asal halal dan bisa makan sehari-hari, cuma ini saya gak mampu benerin rumah,” ungkap Suma kepada bagusnews.co pada Selasa, 6 Mei 2025.
Lebih lanjut, Suma berharap uluran tangan pemerintah guna perbaikan rumahnya, terlebih dirinya mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial apapun dari pemerintah
“Saya berharap bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah saya, dan bantuan apapun dari kelurahan saya belum pernah dapet,” katanya.
Sementara, Lurah Pandeglang, Ahmad Kurnia saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan warganya tersebut, dan telah mengajukan permohonan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)
“Kami telah menerima laporan warga perihal rumah tersebut, kami sudah mengajukan RLTH ke Perkim,” ujar Kurnia saat ditemui di kantornya.
Kurnia menjelaskan bahwasanya untuk program bantuan sosial lainnya sudah diajukan pula ke DTKS Dinas Sosial. Kurnia pun berharap rumah warganya segera bisa diperbaiki oleh dinas terkait, sebab masih banyak rumah warganya yang tak jauh berbeda dari rumah Suma.
“Saya berharap, segera diperbaiki oleh dinas terkait, kasian, masih banyak juga warga yang rumah kaya rumah tersebut,” tandasnya. (Red/Guntur)







