Home / Hukum dan Kriminal

Sabtu, 19 Juli 2025 - 07:19 WIB

Oknum Petugas Keamanan Proyek Urukan Gardu PLN Kibin Dilaporakan Atas Dugaan Pengeroyokan

Pakrudin, warga Kampung Pasir Salam, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, yang merupakan korban pengeroyokan saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Pakrudin, warga Kampung Pasir Salam, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, yang merupakan korban pengeroyokan saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Seorang pengendara roda dua diduga menjadi korban pengeroyokan di area proyek urukan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilovolt (kV), Jalan Raya Kampung Pasir Baru, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Insiden dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut dialami Pakrudin, warga Kampung Pasir Salam, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Serang.

Pakrudin mengaku, menjadi korban kekerasan fisik dari para pelaku yang diduga berasal dari kelompok pengamanan proyek pengurukan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Saat ditemui wartawan, Jumat, 18 Juli 2025, ia menceritakan, kejadian tersebut terjadi setelah dirinya selesai bekerja dan hendak menunaikan ibadah salat Magrib. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang melalui jalan yang sedang mengalami kemacetan.

“Bang, kalau caranya kayak begini, punya jalan sendiri,” ujar Pakrudin kepada petugas keamanan proyek yang sedang mengatur lalu lintas. Keluhannya tersebut kemudian memicu reaksi agresif dari sekelompok orang yang berada di lokasi.

Tanpa diduga, saat mengendarai sepeda motor, Pakrudin tiba-tiba diserang secara dari belakang oleh pelaku.

Mereka langsung menariknya dan melakukan pengeroyokan. Beruntung, kejadian tersebut terekam oleh video amatir yang berada di sekitar lokasi sehingga aksi kekerasan tersebut terdokumentasi dan menjadi bukti penting.

Baca Juga :  Tebar 10 Ribu Bibit Ikan, Polres Serang Kuatkan Ketahanan Pangan

“Ya untungnya di lokasi kejadian ada video amatirnya. Mereka juga takut pas bikin videonya juga,” katanya.

Pelaku yang terlibat berasal dari kelompok yang bertanggung jawab atas pengamanan proyek pengurukan di sekitar lokasi.

Pakrudin mengatakan, salah satu pelaku utama yang belakangan ia ketahui berinisial Td, warga asal Lampung yang memiliki istri di Desa Ketos.

Selain Td, ada juga pria yang biasa dipanggil Haji, yang disebut sebagai pelaku utama yang memukul korban. “Haji itu yang mukul, kalau T ini yang cekik saya dari belakang,” ujar Pakrudin.

Selain kedua pelaku utama tersebut, ada beberapa orang lain yang turut serta mengelilingi dan terlibat dalam aksi pengeroyokan.

“Yang aktif itu dua orang tadi sama Pak Haji. Yang lainnya cuma megang doang,” jelasnya.

Ia mengatakan,jJumlah pelaku diperkirakan berjumlah sekitar lima hingga enam orang, dengan dua di antaranya berperan sebagai pengamanan yang berusaha menahan agar pelaku tidak semakin brutal.

Baca Juga :  Polres Serang Ringkus 10 Pelaku Kejahatan

Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami luka pukulan di bagian wajah dan tubuh, serta dicekik hingga nyaris jatuh ke kali.

“Dicekik dan dipukul, ada dorongan atau tendangan, didorong ke kali hampir jatuh,” kata Pakrudin. Kejadian berlangsung sangat cepat dan brutal, membuatnya merasa ketakutan dan nyaris jatuh ke pinggir kali.

Ia mengaku usai kejadian dirinya bersama keluarga mendatangi di kantor Desa Ketos dengan harapan dapat bertemu dengan para pelaku pengeroyokan.

Karena tidak dapat menemui para pelaku di kantor desa, Pakrudin pun langsung membuat laporan ke SPKT dan kemudian diarahkan ke Satreskrim Polres Serang.

Akibat aksi pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka sobek sepanjang 6 cm di pelipis kanan, memar di bagian tubuh, serta baju sobek dan luka di seluruh tubuhnya. Ia juga mengaku sangat trauma dan menyatakan membutuhkan pengobatan.

“Baju sobek semua ini, kena tanah semua,” pungkasnya. Saat ini, laporan kejadian tersebut telah disampaikan ke pihak berwajib dan proses penyelidikan sedang berlangsung. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Gagalkan Aksi Pencurian, Warga Ciruas Terima Penghargaan dari Polres Serang

Hukum dan Kriminal

Sejumlah Pelajar Diamankan Akibat Konvoi Kendaraan dengan Membawa Senjata Tajam

Daerah

Jelang Ramadan, Satpol-PP Kota Serang Sita 1.000 Botol Miras

Hukum

Tripnas Apresiasi BNN Bongkar Peredaran Narkoba di Kampung Bahari Jakarta

Hukum dan Kriminal

Seorang Pria di Pandeglang Tega Habisi Anak dan Istri

Daerah

Pria 69 Tahun di Pandeglang Ditangkap Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Daerah

Ketua DPRD Sebut Pencabutan Izin PT STS Harus Lewat Proses yang Jelas

Daerah

Kapal Kandas Hingga Fasilitas Pelabuhan Merak Rusak