Home / Daerah / Health

Senin, 22 Desember 2025 - 14:20 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi Turun, Dinkes Pandeglang Ungkap Rahasianya

Kepala Dinkes Pandeglang Eni Yati saat diwawancarai usai acara bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Petugas di FKTP dan FKTRL Pelayanan Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Ibu Bersalin’ di aula gedung Hotel Rizki, Pandeglang| Dok. Difeni-BNC

Kepala Dinkes Pandeglang Eni Yati saat diwawancarai usai acara bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Petugas di FKTP dan FKTRL Pelayanan Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Ibu Bersalin’ di aula gedung Hotel Rizki, Pandeglang| Dok. Difeni-BNC

BagusNews.Co – Kabupaten Pandeglang kini patut berbangga dengan pencapaian luar biasa dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama periode tiga hingga lima tahun terakhir.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya komprehensif yang mencakup perbaikan infrastruktur kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Eni Yati memaparkan perkembangan positif ini usai memimpin acara bertajuk ‘Peningkatan Kapasitas Petugas di FKTP dan FKTRL Pelayanan Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Ibu Bersalin’.

Kegiatan yang diselenggarakan di aula gedung Hotel Rizki, Pandeglang, pada Senin, 22 Desember 2025, ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan tingkat rujukan lanjutan (FKTRL) dalam memberikan pelayanan optimal bagi ibu hamil dan ibu bersalin.

“Alhamdulillah, untuk angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pandeglang 3 sampai 5 tahun berturut-turut mengalami penurunan walaupun tidak banyak, dari 2024 – 2025 hanya 4 kasus dari 28 kasus menjadi 24 kasus. ” ungkap Eni.

Baca Juga :  DPRD Sahkan RPJMD 2025-2029, Bupati Pandeglang: Ini Jadi Acuan Seluruh OPD

Ia juga mengatakan bahwa penurunan tersebut juga ditunjang sarana prasarana fasilitas layanan kesehatan yang sudah lebih baik.

“Tapi ini luar biasa, perjuangan yang luar biasa di dukung oleh semua lintas sektor tentunya. Kususnya rumah sakit yang awalnya hanya satu satunya rumah sakit kini menjadi lima rumah sakit yang ada di Kabupaten Pandeglang.

Eni menggarisbawahi bahwa penurunan AKI dan AKB bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak.

Ia secara spesifik menyebutkan bahwa perbaikan sarana prasarana kesehatan, terutama penambahan jumlah rumah sakit dari yang semula hanya satu menjadi lima di wilayah Pandeglang, turut memberikan kontribusi signifikan.

Transformasi infrastruktur ini tentu saja berbanding lurus dengan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Data internal Dinkes Pandeglang yang dihimpun BagusNews.Co menunjukkan angka yang sangat menggembirakan. Pada 2025, tercatat sebanyak 24 kasus AKI, sebuah penurunan yang nyata dibandingkan tahun sebelumnya, 2024, yang mencatat 28 kasus, dan tahun 2023 dengan 30 kasus.

Baca Juga :  Polda Banten Gelar Istighotsah dan Doa Bersama Sambut Pilkada Banten yang Aman

Tren penurunan serupa juga terlihat pada angka kematian bayi (AKB). Pada tahun 2025, AKB berhasil ditekan hingga mencapai 138 kasus. Angka ini merupakan penurunan drastis jika dibandingkan dengan 195 kasus di tahun 2024, dan 144 kasus di tahun 2023.

“Tren serupa juga terlihat pada angka kematian bayi, yang menunjukkan penurunan signifikan sejak 2023. Dimana untuk angka kematian bayi di tahun 2025 ini sebanyak 138 kasus, menurun jika dibanding tahun 2024 sebanyak 195 kasus dan tahun 2023 sebanyak 144 kasus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Eni menegaskan bahwa keberhasilan ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan berbagai instansi, organisasi masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya dinilai krusial dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang kuat dan responsif.

Pelatihan yang diberikan kepada petugas FKTP dan FKTRL ini merupakan salah satu upaya strategis untuk memastikan bahwa setiap ibu hamil dan bersalin mendapatkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan sesuai standar medis terkini. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pimpinan DPRD Banten Dukung Pelatihan Legislatif DPM FISIP Untirta

Daerah

Januari 2024, Inflasi Provinsi Banten Terkendali di 2,59 Persen

Daerah

Jawara Mobile Sebagai Tonggak Awal Transformasi Layanan Digital Bank Banten

Daerah

Fekraf Banten Dukung Budi-Agis Bangun Venue di Kota Serang

Daerah

KPK Kampanyekan Nilai Integritas Antikorupsi Lewat Film di Provinsi Banten

Daerah

Terima Laporan Jalan Rusak, Gubernur Banten Andra Soni Gercep Tinjau Lokasi

Daerah

Kembangkan Potensi Wisata, OJK dan Pemkab Serang Gelar Gebyar Wisata di Padarincang

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Nilai HNSI Berperan Dalam Pembangunan