BagusNews.Co – Pemerintah Kota Serang berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan besar-besaran terhadap fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.
Hal ini menyusul hasil peninjauan langsung yang dilakukan oleh Walikota Serang, Budi Rustandi, ke lokasi RSUD Kota Serang.
Direktur RSUD Kota Serang, dr. H. A. Humariyadi atau yang akrab disapa dr. Riyad, mengapresiasi perhatian serius yang diberikan oleh pemimpin daerah saat ini.
Ia mengakui bahwa selama ini perawatan gedung rumah sakit terkendala oleh keterbatasan anggaran tahunan.
”Alhamdulillah, di masa Bapak Walikota sekarang, gedung ini mendapat perhatian penuh. Karena selama ini untuk maintenance tahunan, anggaran yang tersedia memang selalu kurang,” ujar dr. Riyad, Sabtu, 4 April 2026.
Berdasarkan hasil pengecekan hingga ke lantai tiga, ditemukan berbagai penurunan kualitas bangunan yang dinilai wajar mengingat usianya yang sudah hampir tujuh tahun, dibangun sejak tahun 2017.
Berbagai keluhan teknis mulai muncul, seperti kebocoran pada plafon dan penurunan spesifikasi di beberapa titik strategis.
Beberapa gedung utama yang menjadi sorotan antara lain Gedung Terpadu, Gedung IGD, serta Gedung Rawat Inap berkapasitas 100 tempat tidur yang dinilai paling mendesak untuk ditangani.
Selain itu, lanjut dia, terdapat pula ruangan di lantai tiga yang sejak awal belum difungsikan secara maksimal. Padahal, ruangan tersebut direncanakan menjadi ruang operasi, namun terkendala biaya sehingga pembangunannya terbengkalai.
”Pak Wali sendiri sudah dua kali melakukan kunjungan ke sini. Ini menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” kata dr. Riyad.
Merespons kondisi tersebut, Walikota Serang, Budi Rustandi, menyayangkan minimnya pemeliharaan yang terjadi selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan kerusakan pada fasilitas vital tersebut.
Padahal, secara konstruksi fisik, RSUD Kota Serang dinilai lebih baik dibandingkan fasilitas kesehatan lainnya.
”Kita perbaiki dulu fasilitasnya nih, karena kan sayang ya, padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain kalau bangunan ya. Cuman pendukung daripada pemeliharaannya dan fasilitasnya yang kurang,” ujar Budi.
Ia menyampaikan, untuk tahap awal penyelamatan, pihaknya akan mengucurkan anggaran sebesar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun berjalan.
Sementara untuk perbaikan berskala besar dan menyeluruh guna mendongkrak akreditasi rumah sakit, rencananya akan dimasukkan dalam agenda anggaran murni tahun 2027.
Budi berharap dengan adanya pembenahan ini, kenyamanan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat meningkat, sekaligus memperpanjang usia pakai gedung yang merupakan aset vital daerah tersebut.
”Anggaran yang direncanakan akan dialokasikan pada APBD Murni 2027,” pungkasnya. (Red/ Roy)







