Oleh : Suryana Ependi
Banten sebagai provinsi masih pada usia yang belia, tapi Banten sebagai peradaban memiliki usia yang sangat panjang.
Sejarah mencatat bagaimana eksistensi posisi Banten sejak masa prasejarah, Hindu-Buddha, penyebaran dan kejayaan kesultanan Islam, masa kolonialisme eropa sampai pada perjuangan pembentukan Banten menjadi provinsi.
Posisi Banten yang sangat strategis pada masa kesultanan telah menjadikan sebagai perdagangan internasional.
Meskipun hal demikian tidak terlepas pada pengaruh geopolitik yang berkembang saat itu, yaitu jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 Masehi.
Faktor penguasaan Malaka oleh Portugis telah menjadikan Banten sebagai pelabuhan dagang dunia Internasional, dengan produk unggulan yaitu lada.
Posisi Banten sangat strategis secara politik maupun perdagangan diperhitungkan oleh dunia luar.
Dampaknya dari posisi tersebut, menjadikan Banten harus berinteraksi secara langsung dengan dunia luar, sehingga akan membuat Banten begitu terbiasa berinteraksi dengan dunia luar.
Kita bisa lihat peninggalan-peninggalan bangunan yang masih utuh atau reruntuhan sebagai bukti kejayaan Banten pada masa lalu, kolonilaisme Eropa maupun corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh dunia luar.
Perjalanan yang sangat panjang tersebut, sangat disayangkan ketika memori itu tidak kita rawat dengan semestinya, memori tentang pembangunan, kejayaan, serta keruntuhannya bisa dijadikan sebagai referensi untuk membangun kembali kejayaan Banten di masa depan.
Pemahaman dan pentingnya merawat memori tentang Banten, itu akan membantu generasi muda dalam menata Banten menuju lebih baik.
Hal tersebut yang menjadi tujuan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tirtayasa, dengan melaksanakan kunjungan ke Banten Lama tidak sebatas untuk rekreasi, tapi ada hal yang lebih penting dari itu yaitu memahami dan merawat memori tentang Banten di masa lalu.
Merawat Memori Gen-Z
Generasi-Z (Gen-Z) merupakan generasi yang dihadapkan pada kemajuan teknologi digital dikehidupan sehari-hari. Generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya karena pola hidup yang sangat instan, bisa kita sebut masa Aku Klik maka Aku Ada.
Teknologi sama halnya alat seperti yang lain, kemanfaatan atau kemudaratan dari teknologi tergantung kepada manusia yang menggunakannya.
Kekhawatiran penggunaan teknologi bagi Gen-Z ialah terbentuk paradigma yang instan tidak mau berjuang dan paradigma yang tidak mementingkan akan nilai.
Mengadakan lawatan sejarah ke Banten Lama untuk para siswa SMAN 1 Tirtayasa, merupakan bagian dari ikhtiar. Untuk membangun paradigma berjuang dan membangun nilai yang telah dibangun para pendahulu Banten, ketika membangun kejayaannya.
Banten Lama merupakan situs sejarah arkeologi dan merupakan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan pada masa Kesultanan Banten.
Di kawasan Banten Lama para siswa akan melihat banyaknya peninggalan situs-situs arkeologi jejak peninggalan Kesultanan Banten.
Misalnya siswa akan melihat kemegahan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Masjid Agung sebagai bukti eksistensi akan kejayaan Kesultanan Banten pada masa lalu.
Meskipun sebagian besar situs arkeologi tersebut hanya tinggal reruntuhan, diharapkan Gen-Z ini akan memahami bahwa perjalanan sejarah atau peristiwa itu tidak dibangun hanya dengan berdiam di tempat tidur. Tapi semuanya memerlukan usaha yang maksimal.
Pada masa Kesultanan Banten juga memiliki teknologi yang sangat canggih, yaitu pangindelan sebagai alat untuk penjernihan air dari danau tasikardi menuju Kraton Surosowan.
Pangindelan ini terdiri dari tiga tahap yaitu pangindelan abang, pangindelan putih dan pangindelan emas yang memiliki fungsi untuk penjernihan sebelum masuk ke Pancuran Mas di Keraton Surosowan.
Kalau kita lihat dari teknologi yang dibangun pada masa Kesultanan Banten ini, merupakan teknologi yang sangat canggih dan itu dibangun pada sekitar 400 tahun yang lalu.
Peninggalan ini seharusnya menjadi imajinasi untuk Gen-Z dan pengambil kebijakan untuk belajar dari Kesultanan Banten dan bisa mengambangkan teknologi yang sangat canggih saat ini.
Sebagai upaya untuk menjadikan Banten tidak krisis air bersih, ini juga bagian dari tujuan kita mempelajari sejarah dengan kunjungan ke Banten Lama.
Museum Kepurbakalaan Banten Lama yang merupakan bagian dari kompleks Banten Lama, memiliki koleksi yang sangat kaya dari peninggalan Banten masa Hindu-Buddha sampai pada masa Kesultanan Banten yang selalu mengalami perkembangan di setiap saat.
Karena sejarah akan terus berjalan, maka penemuan dari peninggalan sejarah pun pasti akan terus bertambah. Koleksi ini sebagai bukti sejarah dan gambaran dari peninggalan Banten pada masa lalu.
Bukti sejarah yang tersimpan di Museum Kepurbakalaan Banten Lama ini sangat penting untuk memahami alur jalannya sejarah Banten. Memahami sejarah tanpa ada bukti sejarah, itu tidak bisa dikatakan sejarah.
Selain itu semua, para siswa Gen-Z ini bisa melihat secara langsung peninggalan dari eksistensi kolonialisme Belanda, yaitu Benteng Speelwijk dan Vihara Avalokitesvara sebagai pemahaman tentang keberagaman dan kerukununan antar umat beragama di Banten.
Sebagai pelabuhan dagang internasional Banten memiliki peran yang strategis akan kehadiran bangsa dari luar dan itu mempengaruhi perkembangan kebudayaan atau adanya akulturasi budaya dari masyarakat Banten dan masyarakat luar.
Masih banyak sekali peninggalan situs-situs arkeologis peninggalan dari Benteng SpeelwijkBanten yang pasti akan terus semakin berkembang. Ketika pelajar dari SMAN 1 Tirtayasa melakukan kunjungan pada tanggal 13, 14 dan 15 April 2026.
Saat itu di Benteng Speelwijk sedang dilakukan proses ekskavasi, sebagai upaya untuk membuka struktur ruang dan artefak penting di kawasan Banten Lama.
Situs Banten Lama merupakan pengelolaan dari Badan Pelestarian (BP) Kebudayaan Banten. Sangat terlihat kalau situs arkeologis Banten Lama akan mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik.
Membangun Paradigma Kreatif
Pada kunjungan ke situs Banten Lama ini kita mencoba untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk perkembangan kemampuan siswa, yaitu siswa SMAN 1 Tirtayasa diberikan kebebasan untuk membuat video dokumenter di situs Banten Lama.
Pembuatan video ini selain daripada pengembangan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi digital, juga bagian merawat kebudayaan dengan menarik.
Situs Banten Lama tidak hanya memiliki pelajaran yang sangat melimpah, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan cara pengembangan kreativitas kesenian atau kuliner di kawasan situs.
Banten Lama yang merupakan bagian dari objek pariwisata selalu senantiasa dikunjungi tidak hanya oleh para siswa tapi juga masyarakat umum dengan segala kepentingannya.
Objek pariwisata di Banten sangat lengkap, dari objek wisata alam, wisata budaya, dan wisata realigi ada di Banten.
Sudah saatnya masyarakat Banten dari kalangan pelajar sampai masyarakat umum, harus sudah memulai membangun paradigma kreatif.
Termasuk di situs Banten Lama juga merupakan salah satu objek wisata yang sangat menarik, ketika dikembangkan dengan baik maka masyarakat juga senantiasa akan terkena dampaknya.
Sering terjadi, disetiap objek wisata kita sering mendengar istilah Akamsi (anak kampung sini) yang terkadang bukan kreativitas yang dijual.
Kenyamanan untuk wisatawan dan pengembangan kreativitas untuk masyarakat setempat, sudah seharusnya dibangun sehingga wisata memiliki dampak yang sangat luas.
Kabupaten Serang, 22 Mei 2026
*) Penulis adalah Guru SMAN 1 Tirtayasa







