Home / Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40 WIB

Gelar Sertifikasi K3, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kompetensi Puluhan Aparatur

Pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi supervisor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi yang diselenggarakan Dinas SDABMBK Tangsel l Dok. Istimewa

Pelaksanaan pelatihan dan uji kompetensi supervisor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi yang diselenggarakan Dinas SDABMBK Tangsel l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar pelatihan dan uji kompetensi supervisor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi bagi 61 aparatur dari unsur Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) kelurahan dan kecamatan se-Tangsel. Kegiatan berlangsung di gedung Dinas SDABMBK, Perkantoran Lengkong Wetan, pada 22 hingga 24 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pengawasan dan pengelolaan pembangunan di tingkat wilayah.

Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman aparatur terkait penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan konstruksi. Mengingat masih sering terjadinya kecelakaan kerja akibat rendahnya pemahaman terhadap aspek K3, pemerintah kota berinisiatif untuk meningkatkan kompetensi aparat yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan proyek konstruksi. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pengawasan proyek di daerah masing-masing.

Sekretaris Dinas SDABMBK Tangsel, Rosi Yuliandi, menegaskan, kompetensi K3 kini menjadi kebutuhan mendesak bagi aparatur yang bertugas mengawasi pembangunan. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Kompetensi K3 menjadi bekal penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan pengawasan di lapangan terhadap penyelenggaraan jasa konstruksi di wilayah masing-masing,” ujarnya saat membuka pelatihan.

Baca Juga :  Lurah Pondok Jaya Sebut Selain Kantornya, Tiga Kelurahan Lain Pernah Terjadi Pembobolan

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari profesional dan lembaga sertifikasi konstruksi nasional, seperti Fernando Panjaitan dari LSP GATAKI dan Michael Sofian Tanuhendrata dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Kehadiran mereka menambah bobot materi yang diberikan, mulai dari standar kompetensi hingga praktik terbaik dalam pengawasan proyek konstruksi yang memenuhi standar nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Puguh Budianto, Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum, yang turut hadir bersama perwakilan LSP GATAKI. Menurut Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas SDABMBK Tangsel Mahyudin Mahmud, pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan sumber daya manusia konstruksi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, khususnya di tingkat wilayah.

“Karena berada di tingkat lokal, mereka perlu memahami standar keselamatan konstruksi agar mampu melakukan pengawasan yang lebih baik dan memberikan edukasi kepada para pelaksana pekerjaan,” jelas Mahyudin. Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan proyek konstruksi, serta memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Langkah Pemkot Tangsel ini mendapatkan apresiasi dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta. Puguh Budianto menyatakan, sertifikasi yang menyasar aparatur di tingkat kelurahan merupakan inovasi yang jarang dilakukan daerah lain dan menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia konstruksi. “Sertifikasi bukan tujuan akhir. Ini adalah langkah awal membangun profesionalisme dan tanggung jawab dalam pelaksanaan. Kompetensi harus terus ditingkatkan agar kualitas pembangunan juga semakin baik,” katanya.

Baca Juga :  Masa Jabatan Pj Gubernur Sebulan Lagi, Tokoh Banten Dorong Al Muktabar Diganti

Perlu diketahui, proses sertifikasi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 350 Tahun 2014 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi. Deni Ihwanudin Firdaus dari LSP GATAKI menjelaskan, peserta tidak hanya diuji melalui aspek teori, tetapi juga harus mampu menunjukkan pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab Supervisor K3 sesuai standar yang berlaku. Proses asesmen dilakukan melalui verifikasi administrasi, observasi, dan wawancara kompetensi oleh asesor bersertifikat.

Seorang peserta, Aris dari Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Jombang, menyatakan, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang penerapan K3 dalam pekerjaan konstruksi. “Melalui pelatihan ini, kami menjadi lebih memahami bagaimana mengidentifikasi potensi risiko dan pentingnya penerapan K3 dalam setiap pekerjaan konstruksi di wilayah kami,” ujarnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Mahasiswa Desak Masuk Kantor Setda Pandeglang

Daerah

Pemerintah Kelurahan Kagungan Kota Serang Segera Salurkan Bantuan Pangan kepada Warga

Daerah

Al Muktabar Berpeluang Jadi Pj Gubernur Lagi, BEM Serang Raya: Cukup Dua Tahun

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tegaskan Pemerintah Hadir dan Serius Tangani PMK

Daerah

Ratusan Siswa SDN Kadusirung Terima Paket MBG Perdana dari SPPG Cikeusal

Daerah

Dinsos Banten Perkuat 25 Lumbung Sosial

Daerah

Sebagai Memori Perjalanan Pertanian di Provinsi Banten, Kepala Distan Agus M Tauchid Luncurkan Buku Karyanya

Daerah

Daftar ke KPU, Berkas Persyaratan Andika-Nanang Dinyatakan Lengkap