Home / Daerah

Senin, 17 Maret 2025 - 19:21 WIB

Soroti Kinerja KPU-Bawaslu, Mahasiswa Desak Jangan Ada Cawe-cawe di PSU Pilkada Kabupaten Serang

Diskusi terbuka bertajuk ‘Banten Gelap Gulita’ yang digagas oleh aktivis muda Banten Gerakan Diskusi Literasi Demokrasi (Gerakan SAKA) l Dok. Istimewa

Diskusi terbuka bertajuk ‘Banten Gelap Gulita’ yang digagas oleh aktivis muda Banten Gerakan Diskusi Literasi Demokrasi (Gerakan SAKA) l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Polemik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Serang telah memicu kekecewaan yang mendalam di kalangan mahasiswa.

Penyelenggara dan pengawas pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terutama jajaran pengawasan di Bawaslu Banten dinilai telah gagal total dalam menjalankan tugasnya.

Kekecewaan tersebut terungkap dalam diskusi terbuka bertajuk ‘Banten Gelap Gulita’ yang digagas oleh aktivis muda Banten Gerakan Diskusi Literasi Demokrasi (Gerakan SAKA), Ahmad Ru’yat.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyoroti lemahnya pengawasan yang berujung pada keputusan PSU. Menurut mereka, situasi ini menjadi pukulan telak bagi integritas penyelenggara pemilu di Kabupaten Serang.

“KPU dan Bawaslu harus bertanggung jawab. Ini bukan PSU pertama! Kalau pengawasan lemah, bukan tidak mungkin PSU kembali terjadi. Kami mahasiswa mendesak agar ini menjadi evaluasi menyeluruh, jangan sampai masyarakat terus dikorbankan karena kelalaian mereka,” kata Ahmad Ru’yat, Senin, 17 Maret 2025.

Baca Juga :  Tanaman Herbal dan Industri Farmasi Modern

Selain itu, mahasiswa mengungkapkan bahwa jika KPU dan Bawaslu Kabupaten Serang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, para komisionernya layak untuk diganti.

“Kalau perlu, ketua beserta seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Serang dicopot! Ini sudah kegagalan fatal. Mereka berdosa karena menghamburkan anggaran baru, yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan daerah maupun program nasional,” tegas Ru’yat.

Kekhawatiran pun mencuat terkait potensi pelanggaran serupa yang masih mengintai pelaksanaan PSU lanjutan.

Ru’yat mengatakan, mahasiswa menilai Bawaslu Banten belum maksimal dalam menindak pelanggaran di lapangan. Mereka mempertanyakan arah demokrasi di Kabupaten Serang jika kejadian serupa terus berulang.

“PSU lagi, PSU lagi! Mau dibawa ke mana demokrasi kita? Kalau seperti ini, bagaimana masyarakat bisa percaya pada pemerintah yang katanya mau baik?” ungkap Ru’yat.

Baca Juga :  BPBD Banten Tangani Mitigasi Kebencanaan Secara Komprehensif

Sebagai bentuk protes, mahasiswa mendesak adanya pembenahan total dalam tubuh penyelenggara pemilu.

“Komisioner harus tahu diri. Gagal kerja, gagal jaga demokrasi. Kalau tidak mau berubah, ya mundur saja!” pungkas Ahmad Ru’yat.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas aparat penegak hukum (APH) dalam setiap proses demokrasi, khususnya dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Serang maupun Banten.

Mahasiswa menyerukan agar jangan sampai ada cawe-cawe yang hanya akan merusak demokrasi dan mengakibatkan pemborosan anggaran yang tidak bermanfaat.

“Sedangkan hobinya penyelenggaraan dan pengawasan selalu menggunakan anggaran pilkada di tempat mewah,” tambah Ru’yat, menegaskan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.

Dengan seruan ini, mahasiswa berharap agar penyelenggara pemilu dapat melakukan introspeksi dan perbaikan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Kabupaten Serang dapat terjaga. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kendalikan Inflasi, Pemkab Serang Galakkan Tanam Pangan Cepat Panen

Daerah

Polda Banten Periksa Warga Lebak Terkait Galian C Ilegal

Daerah

Peringati Harganas Ke-31, Pemkot Serang Bagikan Alat Kontrasepsi Gratis Kepada Masyarakat

Daerah

Masyarakat Suarakan Aspirasi di Reses Pertama Tb Moh Sholeh

Daerah

Pengangguran di Banten Turun, Lulusan SMA Penyumbang Tertinggi Pengangguran

Daerah

A Damenta Ungkap Kolaborasi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Banten

Daerah

Era Kepemimpinan Budi-Agis Akan Dimulai, DPRD Kota Serang Akan Menjadi Mitra Kritis

Daerah

Kadis LHK Banten Berbagi Bersama 42 Yatim