BagusNews.Co -Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Serang melakukan penertiban terhadap 35 pedagang liar yang berjualan di bahu jalan di Situ Ciherang, Desa Cikande, Kecamatan Cikande.
Tindakan tersebut diambil setelah muncul laporan masyarakat mengenai kemacetan yang disebabkan oleh aktivitas jual beli di lokasi tersebut. Selain itu, para pedagang juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum.
Yagi Susilo, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol-PP Kabupaten Serang, menjelaskan bahwa sebelum eksekusi penertiban, pihaknya telah memberikan surat teguran sebanyak satu hingga tiga kali.
Selain itu, lanjut Yagi, para pedagang di Kawasan tersebut juga diminta untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
“Namun, masih ada yang belum dibongkar, nah ini yang kita lakukan pembongkaran. Kurang lebih ada sebanyak 35 pedagang,” ujarnya saat ditemui seusai pembongkaran pada Kamis, 24 April 2025.
Penertiban di Situ Ciherang bukanlah kali pertama dilakukan, dan ternyata, pengalaman lalu menunjukkan bahwa pedagang sering kembali berjualan meskipun telah ditertibkan.
“Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, pihaknya berencana akan melakukan patroli selama satu minggu ke depan untuk memastikan agar mereka tidak kembali berjualan,” ungkap Yagi.
Selain patroli, Satpol-PP juga berencana untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang untuk merelokasi para pedagang yang terdampak.
“Kita juga akan berpatroli selama satu minggu guna memastikan para pedagang tak kembali menempati lapaknya,” tambahnya.
Namun, dalam penertiban tersebut juga terungkap isu serius lain, yaitu dugaan pungutan liar (pungli) yang disinyalir dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang menyewakan bahu jalan kepada pedagang.
Berdasarkan keterangan pedagang, terdapat laporan bahwa ada yang menyewa selama satu tahun dengan biaya mencapai Rp6,5 juta.
“Ada yang sewa satu bulan, ada juga yang sudah sewa satu tahun, tapi kita tidak tahu ke siapa-siapa,” lanjut Yagi.
Langkah selanjutnya, ia menyatakan bahwa Satpol-PP akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti masalah pungli. (Red/Dwi)







