Home / Daerah

Senin, 30 Juni 2025 - 12:52 WIB

Muharram Culture Fest 2025, Momentum Pelestarian Budaya di Kota Cilegon

BagusNews.Co – Muharram Culture Fest 2025 menjadi penanda semangat pelestarian budaya di Kota Cilegon, menghadirkan rangkaian kegiatan spiritual dan budaya yang menyedot perhatian publik.

Acara ini digelar akhir Juni selama dua hari di Alun-Alun Kota Cilegon, diawali dengan ritual spiritual dan pawai obor, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) melalui prosesi budaya bertajuk Abiseka Caraka Budaya.

Ketua Umum DKKC Ayatullah Khumaeni mengaku berkomitmen menjadikan DKKC sebagai rumah bersama bagi seluruh pelaku budaya di Cilegon.

“Kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi kesenian yang berpijak pada nilai-nilai lokal,” kata Ayatullah akhir pekan kemarin.

Baca Juga :  Pemprov Banten Salurkan Bantuan Sosial ke Masyarakat Kota Cilegon

Walikota Cilegon Robinsar mengapresiasi inisiatif pelaku budaya dalam kegiatan ini, yang dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBD.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas niatan tulus Dewan Kebudayaan Kota Cilegon untuk memberikan yang terbaik dalam melestarikan kebudayaan di Kota Cilegon, agar lebih dikenal masyarakat,” katanya.

Orang nomor satu di kota baja ini berharap, Dewan Kebudayaan menjadi rumah besar bagi semua pelaku seni dan budaya.

“Kami harap Dewan Kebudayaan dapat menjadi wadah para pelaku seni dan budaya di Kota Cilegon, apapun bentuknya, serta turut mewarnai kemajuan kota,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator kegiatan Muharram Culture Fest 2025, Rizal Arif Baihaqi, menjelaskan bahwa dengan mengusung tema “Ruwat Jagad Muharram”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk menyelaraskan kehidupan spiritual dengan kekayaan tradisi lokal sebagai wujud hijrah kultural yang membumi.

Baca Juga :  Luapan Kali Angke Lumpuhkan Cipondoh Kota Tangerang, Ratusan Rumah Warga Terendam

“Di tengah arus zaman yang kian cepat dan sering kali melupakan akar-akar nilai, ruwat jagad hadir sebagai ajakan untuk merawat semesta, baik jagat lahir maupun jagat batin. Ruwat berarti membersihkan, memulihkan, dan merawat kembali tatanan kehidupan yang mulai keruh, sedangkan jagad adalah semesta kehidupan, baik yang kecil dalam diri manusia maupun yang besar dalam lingkup sosial, budaya, dan alam,” jelas Rizal. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Bupati Serang Tekanan Sinergi Pemerintah dan Wajib Pajak

Daerah

Budi-Agis Dilantik 20 Februari di Jakarta

Daerah

Ombudsman RI Perwakilan Banten Soroti Dua Masalah di Kota Serang

Daerah

PLN: Tidak Ada Penghapusan atau Pengalihan Pelanggan Daya 450 VA

Daerah

Satu Tahun Kinerja Pj Gubernur Banten, GMNI Beri Rapot Merah

Daerah

Jelang Ramadan Harga Sembako Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp85 Ribu di Kota Serang

Daerah

Jaring Atlet Muda Berbakat di Pandeglang, Turnamen Futsal Antar Pelajar Jadi Ajang Pembuktian

Daerah

Lakukan Monev Program Irpom, Distan Banten : Ini Langkah Menyelamatkan Tanaman dan Menambah Area Tanam