Home / Daerah

Jumat, 14 November 2025 - 17:05 WIB

DLH Kabupaten Serang Cari Solusi Lokasi TPSA untuk Atasi Sampah di Desa Bolang

Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang saat ini masih berupaya keras mencari lokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) yang cocok guna mengatasi persoalan tumpukan sampah yang terus menumpuk di Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi.

Upaya itu dilakukan sebagai langkah solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemerintah kota dan kabupaten di Provinsi Banten.

Meski begitu, sampai saat ini belum ada kesepakatan resmi terkait kerja sama pengelolaan sampah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami masih berupaya mencari TPA yang sesuai, tapi sejauh ini belum ada hasil yang pasti,” ujarnya pada Jumat, 13 November 2025.

Dalam penuturannya, Sarudin mengungkapkan bahwa daerah yang telah diajak berkoordinasi termasuk Pandeglang, Lebak, dan Cilegon, namun proses negosiasi masih berjalan dan belum menemukan solusi yang memuaskan.

Baca Juga :  Kebijakan WFA di Kabupaten Serang Inovasi atau Hambatan, Ini Jawaban BKPSDM

“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa pemerintah daerah, tapi masih belum ada kesepakatan,” tambahnya.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah penolakan dari masyarakat sekitar lokasi calon TPA.

“Warga di sekitar lokasi masih belum kondusif dengan rencana pembangunan TPA, sehingga kami harus mencari solusi yang tepat,” jelas Sarudin.

Ia menegaskan bahwa penolakan ini menjadi tantangan besar dalam proses pencarian lokasi yang aman dan diterima masyarakat.

Selain itu, Pemkab Serang juga telah mengajukan kerja sama kepada Pemkab Lebak, tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari mereka.

“Kami masih menunggu respons dari Lebak, tapi belum ada hasil,” katanya.

Untuk Kota Cilegon, proses komunikasi masih berlangsung, meskipun belum ada kesepakatan akhir.

Baca Juga :  Kadernya Tersandung Kasus Penipuan dan Penggelapan, Ini Respons DPD Partai Golkar Banten

“Kami masih terus berkoordinasi dengan Cilegon,” ujarnya.

Sarudin berharap bahwa program pembangunan Sistem Pengelolaan Sampah (PSL) yang direncanakan akan berjalan selama dua tahun ke depan dapat menjadi solusi permanen terhadap permasalahan sampah di Kabupaten Serang.

“Kami berharap PSL ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Di sisi lain, warga Desa Bolang yang terdampak langsung menyampaikan keprihatinan mereka terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk.

Mereka mengaku sudah lelah menanggung tumpukan sampah yang belum tertangani selama dua tahun terakhir.

“Kami sudah bosan dengan kondisi ini. Kami ingin ada solusi yang cepat dan nyata,” ujar salah satu warga Bolang.

Mereka sangat berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi efektif agar permasalahan sampah di wilayah mereka dapat segera teratasi. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gelar Audiensi dengan Warga Cibetus, Begini Janji Bupati Serang

Daerah

Jelang HUT Kampus, Mahasiswa UIN Banten Gelar Maulana Hasanuddin Competition 2023

Daerah

Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Banten 2024, Andra Soni Singgung Soal Stunting dan Gizi Buruk

Daerah

Banten Akan Punya Pj Gubernur Baru, Al Muktabar Akan Diganti

Daerah

Generasi Muda Jadi Target Utama Program Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Daerah

PPP Gagal Lolos Parliamentary Threshold, Adde Rosi Kembali Duduk di Senayan dari Dapil Banten 1

Daerah

Pupuk Subsidi Langka, Petani di Kota Serang Keluhkan Hasil Panen

Daerah

Pecah Rekor, Bahrul Ulum Jadi Ketua DPRD Kabupaten Serang Dua Periode