BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, melaporkan dampak banjir dan cuaca ekstrem di wilayah tersebut meluas dengan total warga terdampak mencapai 2.816 jiwa sejak Senin pagi hingga sore.
Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan berdasarkan data terbaru pukul 21.40 WIB bencana hidrometeorologi tersebut telah merendam 861 rumah warga dan memaksa 314 jiwa mengungsi.
”Total ada 851 Kepala Keluarga (KK) atau 2.816 jiwa yang terdampak. Sebanyak 314 jiwa diantaranya mengungsi karena ketinggian air yang cukup signifikan,” ungkapnya, Senin, 12 Januari 2026.
Ia merinci banjir terjadi di 49 titik kejadian yang tersebar di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
Ketinggian air bervariasi dengan kondisi terparah di Lingkungan Pulo, Kecamatan Curug, dengan air mencapai ketinggian 105 centimeter.
Sementara untuk pengungsian, lanjut Diat, konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Walantaka (Komplek Grand Sutera) sebanyak 84 jiwa dan Kecamatan Cipocok Jaya (Kelurahan Panancangan) sebanyak 30 jiwa.
Peristiwa ini juga masih merendam fasilitas umum Pondok Pesantren Riyadul Barokah.
”Kondisi cuaca saat ini terpantau cerah dan berawan. Kami akan terus melakukan monitoring dan pendataan bagi wilayah yang terdampak,” kaya Diat.
Selain banjir, kata dia, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan 9 kejadian pohon tumbang dan merusak tempat tinggal warga. BPBD mencatat terdapat 13 rumah rusak, baik ringan maupun berat, akibat tertimpa pohon atau roboh karena cuaca buruk.
Kerusakan rumah tersebar di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Cipocok Jaya, dengan mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap dan dapur.
”Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana dan pengguna jalan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang dan perubahan cuaca,” ucap Diat. (Red/ Roy)







