BagusNews.Co – Kejari Kabupaten Tangerang melakukan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di halaman kantor mereka.
Salah satu barang bukti yang menjadi sorotan adalah satu unit freezer (lemari pendingin) yang digunakan untuk menyimpan mayat selama satu tahun lebih, yang terkait dengan kasus pembunuhan di Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus pembunuhan dan mutilasi yang disimpan dalam
freezer di Kabupaten Tangerang terungkap pada Maret 2025. Kasus ini sempat menggegerkan warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.
Adapun lokasi kejadian, yaitu di Perumahan Villa Regensi 2, Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Diketahui, pembunuhan dilakukan pada 23 Desember 2023 sekitar pukul 05.00 WIB, namun baru terungkap saat polisi melakukan penggerebekan pada pertengahan Maret 2025.
Kajari Kabupaten Tangerang Fajar Gurindro menegaskan bahwa proses pemusnahan ini merupakan bagian dari penegakan hukum dan upaya mengakhiri proses kasus yang bersangkutan.
“Barang bukti ini berasal dari kasus pembunuhan yang sudah inkrah, dan salah satu barang bukti yang cukup mencolok adalah freezer yang digunakan untuk menyimpan mayat, yang selama ini menjadi bukti penting di persidangan,” tuturnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Saimun, Kepala Seksi Barang Bukti dan Perampasan Negara, menjelaskan bahwa freezer tersebut digunakan untuk menyimpan mayat selama kira-kira satu tahun, sejak kasus tersebut terungkap.
“Kasus freezer ini memang sudah lama, penyimpanan mayat selama hampir satu tahun lebih. Sekarang, setelah proses hukum selesai dan putusan inkrah, barang bukti tersebut harus dimusnahkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, barang bukti ini berasal dari periode 2025 hingga 2026 dan inkrah pada Desember 2025.
Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari langkah menegakkan keadilan dan mencegah penggunaan barang bukti tersebut untuk hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.
Selain freezer, pihak kejaksaan juga memusnahkan berbagai barang bukti lain dari 88 perkara yang sedang mereka tangani, termasuk narkoba dan obat-obatan terlarang. (Red/Munjul)







