BagusNews.Co – Sepekan menjelang Ramadan, harga minyak goreng dengan merek Minyakita di Pandeglang tembus Rp20.000 per liter jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Di Pasar Badak Pandeglang, harga minyak goreng rakyat Minyakkita terpantau melonjak di atas HET Rp15.700 per liter. Kini, pedagang menjualnya Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter, naik dari Rp17.000 per liter sebelumnya. Pemantauan pada Kamis pagi, 12 February 2026 menunjukkan kenaikan ini dipicu harga distributor dan pengecer yang tinggi, ditambah stok terbatas menjelang Ramadhan.
Para pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga karena membeli dari distributor di atas HET. Kenaikan ini sudah bertahap sejak pekan terakhir. Tak hanya Minyakita, minyak curah pun ikut naik, dari biasanya Rp16.000 menjadi Rp18.000 per liter.
Salah satu pedagang, Rosidi, menyebut kenaikan harga Minyakita tahun ini paling tinggu dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, omzet penjualannya turun drastis.
“Biasanya bulan Ramadan juga gak segini naiknya, ini juga saya jualan tapi barang nya langka jadi nya penurunan omset juga lumayan, ” ujarnya.
Kenaikan ini juga dikeluhkan konsumen. Ade, salah satu pembeli, merasa berat dengan harga minyak goreng rakyat yang seharusnya terjangkau.
“Ini harga minyak naik lagi aja, apalagi ini udh mau lebaran saya sih maunya ya balik lagi ke harga semula, standar la ya, jangan mahal mahal karena kan ini mau puasa lebaran juga, sangat mempengaruhi pengeluaran banget ini, ” katanya.
Baik pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera bertindak nyata untuk stabilkan harga bahan pangan, khususnya menjelang Ramadhan. (Red/Difeni)







