BagusNews.Co – Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menghadiri agenda rutin tahunan, Tarawih Keliling (Tarling), yang berlangsung di Masjid Jami Al-Mubarok, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh ulama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta aparat pemerintahan di Kabupaten Tangerang. Kehadiran Bupati Maesyal Rasyid di acara ini tidak hanya bertujuan menjalankan ibadah salat Tarawih berjamaah, tetapi juga mempererat silaturahmi yang menjadi salah satu amanat Nabi Muhammad Saw, sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun kebersamaan yang harmonis.
Dalam sambutannya, Maesyal menyampaikan, kegiatan Tarling merupakan agenda tahunan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara bergiliran di 29 kecamatan. Ia menjelaskan, kegiatan ini terbagi menjadi tujuh tim, mengingat jumlah kecamatan yang cukup banyak agar seluruh wilayah dapat terjangkau. “Memang terbagi menjadi tujuh tim, karena kalau satu tim tentu tidak akan mampu menjangkau 29 kecamatan. Maka dibagi menjadi tujuh tim. Alhamdulillah, kami bisa hadir di Desa Kadu, di Masjid Jami Al-Mubarok,” ujarnya.
Lebih dari sekadar salat berjamaah, Maesyal menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bertujuan mempererat silaturahmi, sebagaimana dianjurkan dalam ajaran Islam yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. “Kehadiran kami di sini bukan semata-mata untuk melaksanakan salat Tarawih berjamaah, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, termasuk pemerintah desa, kecamatan, DKM, tokoh masyarakat, dan alim ulama,” katanya.
Ia juga menambahkan, salat berjamaah di bulan Ramadan membawa keberkahan dan doa agar seluruh umat mendapatkan kesehatan, umur panjang, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga ibadah kita diterima dan diberkahi, serta mendapatkan rahmat Allah Swt yang bermanfaat dunia dan akhirat,” ujarnya.
Selain agenda keagamaan, Bupati menyampaikan akan menindaklanjuti usulan masyarakat terkait kebutuhan lahan parkir di sekitar Masjid Jami Al-Mubarok. Ia berjanji akan berdiskusi bersama pihak kecamatan, desa, DKM, dan DPRD untuk mencari solusi terbaik demi kenyamanan dan kelancaran kegiatan keagamaan ke depan. “Kita akan pikirkan bersama agar ada lahan parkir yang memadai untuk berbagai kegiatan, seperti Salat Idul Fitri, Isra Mikraj, Maulid, dan acara keagamaan lainnya,” tuturnya. (Red/Munjul)







