Home / Daerah

Senin, 20 April 2026 - 12:39 WIB

5 Tahun Bertahan di Gubuk Reyot, Saminah Hidupi Anak Sambil Rawat Suami Sakit Stroke

Saminah (51) rawat suami strokenya di gubuk reyot di Kabupaten Lebak | Dok. Istimewa

Saminah (51) rawat suami strokenya di gubuk reyot di Kabupaten Lebak | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Kisah pilu menyelimuti Saminah (51), lansia warga Kampung Cikulur, Desa Muncangkopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Sudah lima tahun ia bertahan di gubuk reyot seluas 2×2 meter, bertumpu di kolong kandang kambing milik orang lain.

Disana, Saminah merawat suaminya, Kapi (60), yang lumpuh akibat stroke sejak 10 tahun lalu. Kapi hanya terbaring lemah di atas amben bambu, Kapi menahan sakit tanpa harapan sembuh.

Gubuk miring, sempit, kumuh tanpa lantai keramik atau fasilitas dasar. Rumah lama mereka ambruk dimakan usia, tak terjangkau biaya perbaikan.

Baca Juga :  Kota Serang dan Pandeglang Paling Rawan Politik Uang di Pemilu 2024

“Sudah lima tahun di sini. Rumah dulu roboh, tak punya uang benerin,” cerita Saminah lirih saat ditemui di kediamannya pada Minggu, 19 April 2026.

Penghasilannya pas-pasan hanya Rp30.000 sehari dari buruh tani serabutan. “Ya dicukupkan saja, mau gimana lagi,” tambahnya.

Bansos pemerintah pernah datang, tapi kini terhenti. Kartu sosialnya diblokir tanpa penjelasan jelas. “Dulu ada bantuan, sekarang hilang. Katanya kartunya diblokir,” keluhnya.

Beban bertambah saat tiga anaknya harus dihidupi. Dua menimba ilmu di pondok pesantren, satu lagi merantau kerja di Jakarta. Saminah juga jaga kambing tetangga untuk tambahan receh.

Baca Juga :  Usai Dikunjungi Prabowo dan Gibran, Ulama Banten Ini Tetap Dukung Ganjar Pranowo

Suami sakitnya tak kunjung reda meski sudah diobati. Saat hujan deras dan angin ribut, gubuk nyaris ambruk. “Takut banget, tapi tak ada pilihan lain,” ujarnya pelan.

Sementara, masyarakat sekitar Yuyu (32) ikut prihatin. “Sedih lihatnya. Kami sama-sama susah, pemerintah pun tak beri apa-apa beras saja tak pernah,” katanya.

Yuyu berharap intervensi cepat, pengobatan Kapi dan rumah layak. Kisah Saminah jadi cermin kemiskinan tersembunyi yang butuh uluran tangan segera.(Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

47 Persen Guru Belum Sarjana, Bunda PAUD Kota Cilegon Gandeng STIT Al-Khairiyah

Daerah

Kurangi Pengangguran di Kabupaten Serang, Pemkab Serang dan Untirta Gelar Naker Fest 2025

Daerah

Pastikan Pelayanan Optimal, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tinjau Pelayanan UPT Samsat Serpong

Daerah

KORMI Kabupaten Serang Gelorakan Semangat Olahraga Masyarakat

Daerah

Di Puncak HPN 2026, Andra Soni: Pers Pilar Demokrasi, Mitra Strategis Pemerintah

Daerah

Sesdilu Kemlu Dorong Ekspansi Akses Pasar Ekspor Udang di Provinsi Banten ke Afrika Melalui Mesir

Daerah

Pemkot Serang Susun 5 Program Prioritas dalam RKPD 2027

Daerah

Mohamad Ihsan Gantikan Wahyul Furqon Pimpin KPU Banten