Home / Daerah

Minggu, 20 Juli 2025 - 16:31 WIB

47 Persen Guru Belum Sarjana, Bunda PAUD Kota Cilegon Gandeng STIT Al-Khairiyah

BagusNews.Co – Dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda PAUD Kota Cilegon, Alfi Rizki Agnia mengajak Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon untuk berkolaborasi.

Kolaborasi Bunda PAUD Kota Cilegon dengan Kampus STIT Al-Khairiyah dimulai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Cilegon, Ahmad Munji di Ruang Rapat STIT Al-Khairiyah.

Bunda PAUD Kota Cilegon Alfi Rizki Agnia yang juga istri Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, melalui kerja sama ini, guru PAUD di Kota Cilegon dapat melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan biaya kuliah hanya sebesar Rp275 ribu per bulan.

“Data menunjukkan bahwa 47,27 persen guru dan tenaga kependidikan PAUD di Kota Cilegon masih belum S1,” kata Alfi dalam keterangan tertulis yang diterima BagusNews pada Minggu, 20 Juli 2025.

Baca Juga :  Bangun Dua SMP Negeri Tahun Ini, Pemkot Cilegon Gelontorkan Anggaran Rp7 Miliar

Lebih lanjut, Alfi menegaskan bahwa biaya seringkali menjadi kendala utama bagi para guru PAUD untuk melanjutkan pendidikan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan guru-guru PAUD di Kota Cilegon tidak lagi terhambat oleh persoalan biaya. Cukup dengan Rp275.000 per bulan, mereka sudah dapat melanjutkan pendidikan S1 di bidang PAUD. Harapannya, para guru dapat lebih percaya diri, profesional, dan tentunya semakin berkualitas dalam mendidik anak-anak kita,” tuturnya.

Dengan adanya program ini, lanjut Alfi, diharapkan semakin banyak guru PAUD di Kota Cilegon yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi, demi terciptanya generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

“Kami optimis, dengan kualifikasi guru PAUD yang semakin baik, anak-anak kita di Kota Cilegon juga akan mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu, sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi terbaik mereka,” jelas Alfi.

Baca Juga :  Pemkot Serang Bersama Komisi I DPR RI Bahas Penerapan Kota Smart City

Sementara itu, Ketua STIT Al-Khairiyah Cilegon, Ahmad Munji menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas inisiatif Bunda PAUD Kota Cilegon.

“Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program yang luar biasa ini. Langkah yang diambil Bunda PAUD ini menjadi motivasi besar bagi guru-guru PAUD, khususnya yang belum memiliki gelar S1 atau yang sudah S1 tapi belum linier di jurusan PAUD,” ungkap Munji.

Munji berharap, MoU ini dapat membuka jalan lebih luas bagi guru-guru PAUD di Kota Cilegon.

“Dengan adanya kesepakatan ini, arahnya menjadi lebih jelas. Guru PAUD yang belum S1 kini bisa masuk dalam rekomendasi dan memperoleh biaya kuliah yang terjangkau, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya besar,” urainya. (Red/Arise)

Share :

Baca Juga

Daerah

Anak di Pulau Tunda Disengat Ikan Beracun, Tanpa Pertolongan Tenaga Medis 

Daerah

34 Peserta Ikuti Seleksi Pimpinan Baznas Kabupaten Serang periode 2026-2031, Ada Mantan Kades

Daerah

Pemkab dan BPN Kabupaten Serang Lakukan PKS Penanganan Akses Reforma Agraria

Daerah

Kopdes Merah Putih di Kabupaten Pandeglang Masih Terkendala Lahan

Daerah

Bupati Serang Sebut Dana Desa Tingkatkan Kemajuan Daerah

Daerah

Bawaslu Kabupaten Serang Larang Angkot One Way Peserta Pemilu Masuk Area Sekolah

Daerah

DPRD Kota Serang Soroti Layanan Perizinan, Budi Rustandi: Jangan Persulit Investor

Daerah

Dibonceng Sepeda Motor, Wagub Banten Terobos Hutan Bakal Taman Kehati