BagusNews.Co – Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat menghimbau kepada masyarakat Kota Serang untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan dan berhura-hura dengan mengabaikan norma sosial dan agama.
Yedi Rahmat menilai, pada saat malam tahun baru warga Kota Serang lebih baik meramaikan masjid dengan kegiatan keagamaan.
“Merayakan tahun baru jangan terlalu berlebihan lah, kalau bisa mengikuti acara keagamaan itu yang lebih baik, misalnya mengaji, sehingga kita lebih baik memenuhi masjid, bersholawat dan memohon kepada yang maha kuasa supaya di tahun baru ini tidak ada masalah,” katanya saat diwawancarai di Kantor Walikota Serang, Kamis, 28 Desember 2023.
Yedi menuturkan, Kota Serang sudah terkenal dengan slogan seribu ulama dan seribu santri, sehingga slogan tersebut harus mencerminkan perilaku warganya.
“karena sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kapolres bahwa Kota Serang kota seribu ulama dan seribu santri,” tuturnya.
Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin meminta agar masyarakat Kota Serang tidak merayakan malam tahun baru secara hura-hura.
Nanang mengatakan, masih banyak warga Kota Serang yang berada dalam garis kemiskinan dan butuh uluran tangan. Menurutnya, daripada beli api unggun lebih baik digunakan untuk membantu tetangganya yang kurang sejahtera.
“Kita himbau untuk lebih tidak merayakan secara hura-hura, sementara Kota Serang masih banyak masyarakat miskin ekstrem. Lebih baik kita himbau daripada bakar petasan, lebih baik kita sumbangkan pada saudara kita yang tidak mempunyai kemampuan secara ekonomi,” katanya.
Menurut Nanang, Pol-PP bersama Polresta Serang, akan melakukan himbau dan rajia petasan. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
“Petasan akan kita larang, pol-PP dan kepolisian akan bersama-sama melarang kepada para pedagang agar tidak menjual petasan. Kita khawatir tidak bisa membedakan petasan dengan bom,” tandasnya.(Red/Misbah)







