BagusNews.Co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menyebutkan terdapat tiga faktor yang menyebabkan terjadinya kasus Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) di Kota Serang. Ketiga faktor tersebut, diantaranya faktor kemiskinan, bullying di sekolah dan minimnya edukasi orang tua kepada anak.
Kepala Dindikbud Kota Serang Tb. Suherman mengatakan langkah dalam mengatasi anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kota Serang, pihaknya sudah menyiapkan beberapa upaya. Diantaranya menyiapkan anggaran untuk membantu para siswa yang kurang mampu/miskin.
“Anggarannya itu persiswa mendapatkan bantuan satu juta rupiah untuk bagi orang tua siswa yang tidak mampu,” ungkap Suherman kepada wartawan, Jumat 2 Februari 2024.
Ia berharap dengan upaya tersebut dapat membantu dan mengurangi ATS dan APS di Kota Serang.
Selanjutnya, ia mengungkapkan jumlah bantuan yang di berikan oleh Dindikbud Kota Serang kepada para siswa hanya sebanyak 160 untuk SD dan 122 untuk sekolah SMP.
“Jadi itu buat semua sekolah yang ada di Kota Serang dan yang nantinya akan di bagi. Karena kita juga terbatas dari segi anggaran maka disesuaikan,” ujarnya.
Tidak hanya, lanjut Suherman, peran orang tua terhadap pendidikan anak juga sangat menentukan, sebab orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak-anakanya.
“Karena selama ini kadang ada orang tua anak yang menganggap sekolah itu tidak penting, yang penting membantu orang tua. Tentu ini salah, harusnya orang tua dapat memotivasi dan mengarahkan anak-anak untuk terus belajar,” ucapnya.
Atas dasar itu, Suherman berharap kepada para orang tua agar dapat menyekolahkan anak-anakanya meskipun secara ekomoni terbatas.
“Sebetulnya sudah tidak alasan lagi untuk tidak sekolah, karena sudah hampir sebagian di bantu oleh pemerintah. Baik sekolah SD,SMP maupun SMA. Tinggal orang tuanya mendukung dan memotivasi saja,” pungkasnya.(Red/Misbah)







