Home / Daerah

Jumat, 2 Februari 2024 - 15:30 WIB

Dindikbud Kota Serang Sebut Faktor Kemiskinan dan Bullying Sebabkan Anak Putus Sekolah

Kepala Dindikbud Kota Serang Tb. Suherman | Dok. Istimewa

Kepala Dindikbud Kota Serang Tb. Suherman | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menyebutkan terdapat tiga faktor yang menyebabkan terjadinya kasus Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS) di Kota Serang. Ketiga faktor tersebut, diantaranya faktor kemiskinan, bullying di sekolah dan minimnya edukasi orang tua kepada anak.

Kepala Dindikbud Kota Serang Tb. Suherman mengatakan langkah dalam mengatasi anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kota Serang, pihaknya sudah menyiapkan beberapa upaya. Diantaranya menyiapkan anggaran untuk membantu para siswa yang kurang mampu/miskin.

“Anggarannya itu persiswa mendapatkan bantuan satu juta rupiah untuk bagi orang tua siswa yang tidak mampu,” ungkap Suherman kepada wartawan, Jumat 2 Februari 2024.

Baca Juga :  Andra Soni Bersama Mensos Tinjau MPLS Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak

Ia berharap dengan upaya tersebut dapat membantu dan mengurangi ATS dan APS di Kota Serang.

Selanjutnya, ia mengungkapkan jumlah bantuan yang di berikan oleh Dindikbud Kota Serang kepada para siswa hanya sebanyak 160 untuk SD dan 122 untuk sekolah SMP.

“Jadi itu buat semua sekolah yang ada di Kota Serang dan yang nantinya akan di bagi. Karena kita juga terbatas dari segi anggaran maka disesuaikan,” ujarnya.

Tidak hanya, lanjut Suherman, peran orang tua terhadap pendidikan anak juga sangat menentukan, sebab orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anak-anakanya.

Baca Juga :  Warga Kota Serang Diminta Siaga DBD, Dinkes : Dua Orang Telah Meninggal Dunia

“Karena selama ini kadang ada orang tua anak yang menganggap sekolah itu tidak penting, yang penting membantu orang tua. Tentu ini salah, harusnya orang tua dapat memotivasi dan mengarahkan anak-anak untuk terus belajar,” ucapnya.

Atas dasar itu, Suherman berharap kepada para orang tua agar dapat menyekolahkan anak-anakanya meskipun secara ekomoni terbatas.

“Sebetulnya sudah tidak alasan lagi untuk tidak sekolah, karena sudah hampir sebagian di bantu oleh pemerintah. Baik sekolah SD,SMP maupun SMA. Tinggal orang tuanya mendukung dan memotivasi saja,” pungkasnya.(Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kopdes Merah Putih di Kabupaten Pandeglang Masih Terkendala Lahan

Daerah

Klarifikasi Bank Banten terkait Video Pelayanan Petugas Samsat Cikande

Daerah

Gelar Pasar Murah di Tangsel, Gardu Ganjar Bantu Warga Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

Daerah

Pelepasan Jemaah Haji Kloter 39 di Kabupaten Serang, Usia Termuda 18 Tahun

Daerah

Gelar Buka Puasa Bersama, Maesyal Ajak Mahasiswa Berkontribusi untuk Pembangunan

Daerah

Angka Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Serang Turun, Pemprov Banten Apresiasi

Daerah

Diskominfo Kabupaten Serang Fasilitasi Edukasi Keamanan Data Pribadi dan Instansi Pemerintah

Daerah

Purna Tugas Sebagai Ketua DPRD Banten, Andra Soni Kembalikan Randis dan Kemasi Barang di Ruangannya