Home / Daerah / Nasional

Rabu, 2 Agustus 2023 - 16:41 WIB

BKKBN Apresiasi Pemprov Banten Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting

BagusNews.Co – Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN pusat Muhammad Rizal Martua Damanik mengapresiasi langkah upaya yang dilakukan Pemprov Banten dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Dikatannya, berdasarkan data dari SSGI tahun 2021 prevalenai stunting di Provinsi Banten berada di 24,4 persen, dan mengalami penurunan ditahun 2022 sebesar 4,5 persen menjadi 20 persen.

“Angka ini dibawah rata-rata nasional di tahun 2022 itu 21,6 persen, namun Banten memiliki PR untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan target Presiden di 14 persen di tahun 2024,” ungkap Rizal saat kegiatan Puncak Perayaan Hari Anak Nasional ke-39 dan Hari Keluarga Nasional ke-30 tingkat Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga :  Pemprov Banten Harap APIP Mampu Adaptif Terhadap Perkembangan

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi atas beberapa capaian yang telah diraih oleh Pemprov Banten dan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, diantaranya meraih juara nasional dalam pelayanan KB dan MKJP sebanyak dua kali pada semester pertama tahun 2023.

Selanjutnya, kata Rizal, Banten juga juara kampung keluarga berkualitas tingkat nasional khususnya Kota Tangerang dan juara penyusunan dan pemanfaatan grand desain kependudukan tingkat nasional khususnya kita Cilegon

“Kita ucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih,” katanya.

Meski demikian, Rizal juga mengungkapkan Provinsi Banten masih memiliki tantangan bagaimana mendorong untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait bahaya dan penyebab stunting.

“Ada study baru yang melaporkan bahwa ada 98 persen masyarakat yang memahami kata stunting dan stunting bernahaya bagi kesehatan anak, namun 50 persen masyarakat tidak percaya atau tidak setuju stunting menghambat kognitif anak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Maraton Banten 10K, Al Muktabar: Giatkan Perekonomian dan Pariwisata

“Kemudian ada 39 persen masyarakat tidak setuju sebab bahwa resiko dan penyebab stunting akibat kurang gizi dari makanan, sementara 74 persen resiko bukan karena tidak mampu membeli makanan bergizi, 58 persen masyarakat tidak meyakini anak resiko stunting berhubungan dengan pola asuh, 35 persen percaya bahawa stunting bukan penyakit atau kondisi medis yang serius,” sambungnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Daerah dapat terus mengkampanyekan informasi terkait stunting kepada keluarga.

“Agar tumbuh kesadaran pentingnya mencegah stunting sejak dini dan menyiapkan anak agar tumbuh optimal menjadi generasi yang maju,” tandasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Datangi Pemkot Tangerang, Indah Kiat Wakafkan Mushaf Al-Qur’an untuk Masjid dan Sekolah

Daerah

Kades di Pandeglang Bawa Anak Sunat Melawan Arus Banjir

Daerah

Workshop Seni Rupa Mural Ramaikan Pekan Kebudayaan Daerah Banten 2022

Daerah

DPRD Kota Serang Setujui Raperda Perubahan APBD Tahun 2024

Daerah

‎Harga Plastik Naik, DLH Kota Serang Sarankan Warga Gunakan Besek Berbahan Anyaman Bambu ‎

Daerah

Pelayanan Mudik 2024, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Sesuai Kewenangan Dengan Pemerintah Kabupaten/Kota

Daerah

Hari Bakti PU 2022, Dinas PUPR Banten Sigap Membangun Negeri

Daerah

Tanpa Sekat, Ini Potret Keakraban Andra Soni dengan Nelayan Karangantu